Terkait Tabung Gas SNI Lama yang Masih Beredar, Sekda Sudah Bertemu Pertamina. Ini Kesimpulannya

Beredarnya sekitar 90 persen tabung gas LPG SNI lama di Kota Jambi, Pemkot Jambipun melakukan pertemuan dengan pihak Pertamina LPG.

Terkait Tabung Gas SNI Lama yang Masih Beredar, Sekda Sudah Bertemu Pertamina.  Ini Kesimpulannya
tribunjambi/darwin sijabat
Tabung gas 3 kg 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Rohmayana

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Beredarnya sekitar 90 persen tabung gas LPG SNI lama di Kota Jambi, Pemkot Jambipun melakukan pertemuan dengan pihak Pertamina LPG.  Sekda Kota Jambi Budidaya mengatakan, pihak Pertamina menjelaskan bahwa tabung gas LPG SNI lama tidak berbahaya dan sudah mendapat status legal Standing opinion karena tabung gas tersebut belum kadaluarsa. Hanya saja setiap lima tahun sekali tabung gas tersebut harus direkondisi.

Baca: Gelontorkan Rp 140 Miliar untuk Pembangunan Jalan

"Kalau tidak berbahaya bagi masyarakat, bagi kami tidak masalah. Karena menurut pihak Pertamina berdasarkan keputusan dari kementerian dan surat Pertamina, tabung gas LPG memiliki masa kadaluarsa hingga 25 tahun," ujarnya Senin (19/2).

Selain itu, Budidaya juga menyebutkan dampak dari penarikan gas LPG yang harus dilakukan dalam waktu dekat ini. Misalnya kelangkaan gas LPG yang nantinya akan merugikan masyarakat.

"Saat ini tugas kita sebagai pemerintah hanya mengawasi, dan melihat masalah yang ada di masyarakat," ujarnya.

Selanjutnya terkait regulasi dan sistem pemakaian gas LPG, Pemkot menyerahkan ke pihak Pertamina. "Karena secara aturan pemakaian pihak Pertamina yang mengerti," katanya.

Selain itu terkait teknis pergantian tersebut pihaknya menyerahkan ke Pertamina. Menurutnya setelah tabung gas dari masyarakat diambil lagi oleh pangkalan dan diserahkan ke Stasiun Pengisian Bahan Gas (SPBG) tentunya tidak langsung diisi begitu saja.

Baca: Seekor Hiu Paus Terjebak Jaring Terekam Kamera, Tindakan Para Nelayan di Kalsel Ini Diapresiasi

Baca: Kena Tilang, Seorang Pengendara di Sungai Penuh Mengaku Diminta Bayar di Tempat

"Pasti ada pemilihan kembali mana yang layak dan tidak untuk diisi ulang. Tapi secara teknis pihak Pertamina yang mengetahui hal tersebut," ujarnya.

Terkait dengan pengawasan, pihaknya selalu rutin untuk hal pengawasan. Apalagi ada beberapa lembaga yang menangani terkait pelayanan konsumen. "Kalau kita hanya memonitor apa ada pangkalan terjadi kekurangan maka kita langsung operasi pasar," ujarnya.

Penulis: Rohmayana
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help