Ketika Imlek Dilarang Soeharto, ini Sejarah Warga Tionghoa Gunakan Nama Baru Kental Akan Indonesia

Boleh dibilang, begitu orde baru berkuasa, aturan-aturan diberlakukan untuk menghapus budaya Tionghoa dari komunitas orang-orang peranakan.

Ketika Imlek Dilarang Soeharto, ini Sejarah Warga Tionghoa Gunakan Nama Baru Kental Akan Indonesia
TRIBUN JAMBI/CHAIRUL NISYAH
15022018_ibadah imlek 

TRIBUNJAMBI.COM - Kebetulan saya termasuk generasi yang mengalami masa pemerintahan Bung Karno, di mana Imlek dirayakan secara bebas dan besar-besaran, dan saya juga merasakan masa Imlek ditabukan oleh Pemerintahan Soeharto.

Baca: Bukan Karena Peluru dan Penjajah, Jenderal Soedirman Panglima Pertama Indonesia Wafat Karena Kuman

Mengenang itu semua, yang saya rasakan adalah identitas kami sendirilah yang ditabukan.

Boleh dibilang, begitu orde baru berkuasa, aturan-aturan diberlakukan untuk menghapus budaya Tionghoa dari komunitas orang-orang peranakan.

Baca: Kronologis Warga Pulau Jelmu Diterkam Buaya, Saat Sedang Mandi Tiba-tiba Jamban Digoyang Buaya

Karena dipaksakan, terjadi hal-hal lucu sekaligus tragis.

Dalam soal ganti nama, muncul nama-nama aneh yang sangat artifisial. Upaya untuk tetap mengelayut pada identitas asli melahirkan nama-nama yang masih mirip-mirip dengan nama marga asli.

Beberapa pilihan segera menjadi hit, misalnya banyak marga Oey/oei (dibaca: ui) memilih: wijaya, wibowo, dan wi ... yang lain.

Orang marga Tan memilih nama baru a.l. Tandiono, Tanudibyo. Yang she Liem (baca: lim) menggantinya dengan Limawan atau lainnya. Ayah memilih Wijaya.

Nama baru yang bikin malu

Halaman
1234
Editor: ekoprasetyo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help