Home »

Jambi

» Tebo

Hanya Soal Hp Warga Sungai Bengkal Pukul Pamannya Sendiri

FA, warga Kelurahan Sungai Bengkal harus berurusan dengan pihak Kepolisian. Pasalnya ia diduga telah

Hanya Soal Hp Warga Sungai Bengkal Pukul Pamannya Sendiri
net
Ilustrasi Pemukulan 

Laporan Wartawan Tribun Jambi Heri Prihartono

TRIBUNJAMBI.COM, MUARASABAK - FA, warga Kelurahan Sungai Bengkal harus berurusan dengan pihak Kepolisian. Pasalnya ia diduga telah memukuli pamanya sendiri yang bernama AM warga Keluarahan Sungai Bengkal Kecamatan Tebo Ilir, Senin (12/2).

Kejadian berawal pada saat FA pulang dari menonton di Susun Kemantan Kelurahan Sungai Bengkal. Saat itu AM menanyakan kepada FA tentang keberadaan hp anaknya dan menuduh FA mengambil hp milik anaknya tersebut.

Merasa tidak mengambil, FA tidak mengakui tuduhan yang diberikan oleh pamannya tersebut.

Keesokan harinya, FA tak terima dengan tudingan pamannya  sekitar pukul 17.00 wib menghentikan pamannya yang hendak pulang ke rumah dan langsung memukul bagian wajah.

Baca: Dianggarkan Rp 14 M, Jumlah Guru Kontrak di Merangin Capai 1.283 Orang

Setelah kejadian itu merasa tidak terima korban, langsung melaporkan kejadian yang dilakukan keponakanya tersebut ke Polsek Tebo Ilir.

Hal ini dibenarkan oleh Kapolsek Tebo Ilir Akp GRF Simanjuntak, Jumat (15/2). Pihaknya mengatakan setelah mendapat laporan tersebut, pihaknya bersama anggotanya Bripda Agus Setiawan yang merupakan Bhabinkamtibmas Kelurahan Sungai Bengkal langsung memanggil Korban dan Pelapor.

" Setelah memanggil kedua belah pihak, kita langsung menggelar musyawarah untuk penyelesaian permasalahan tersebut. Dimana keduanya menyetujui untuk menandatangi surat perjanjian perdamaian," kata Kapolsek.

Baca: Pilkada Kerinci - Ini Jumlah Dana Awal Kampanye Cabup-Cawabup Kerinci, Paslon No 1 Terbanyak

Baca: Ribuan Guru Honorer di Merangin Perpanjang Kontrak, Gaji di Daerah Terpencil Lebih Besar

Melanjutkan kasus tersebut ke ranah hukum bukan tak mungkin dilakukan , namun mengingat ini masalah pemukulan ringan dan keduanya masih ada hubungan keluarga diselesaikan dengan musyawarah dengan sebuah perjanjian.

Selain itu Kapolsek juga mengajak warga untuk sama – sama bisa saling mengingatkan agar tidak ringan tangan. Karena selain dapat merugikan diri sendiri juga dapat merugikan orang lain.

“Karena keduanya juga sepakat berdamai, maka kita selesaikan dengan surat perjanjian dan kami harap ini menjadi pelajaran baik bagi kedua belah pihak maupun kepada warga yang lain,” pungkas Kapolsek.

Penulis: heri prihartono
Editor: suci
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help