TribunJambi/

Terminal Alam Barajo Belum Sepenuhnya Dimanfaatkan, Sopir Terima Keputusan

Keramaian penumpang di luar Terminal Alam Barajo lebih tinggi dibandingkan di dalam.

Terminal Alam Barajo Belum Sepenuhnya Dimanfaatkan, Sopir Terima Keputusan
Tribun Jambi
Kondisi dalam Terminal Alam Barajo 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Darwin Sijabat

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Keramaian penumpang di luar Terminal Alam Barajo lebih tinggi dibandingkan di dalam.

Jam keberangkatan tergantung masing-masing bus dengan tujuannya. Ada yang pagi, siang bahkan malam.

Beroperasinya terminal tersebut pada 2016, setiap PO belum tentu masuk. Namun pada 2017, ada instruksi wajib masuk terminal dan berloket di dalamnya.

Pengamatan tribunjambi.com, Selasa (14/2), terdapat beberapa PO yang masih beroperasi di luar terminal, bahkan aktivitasnya lebih ramai dan lebih sibuk.

Kepala Satuan Pelayanan (Kasatpel) Terminal Alam Barajo, Desfredo, menyesalkan pengusaha jasa bus yang nakal tersebut. Dia mengimbau agar mereka segera beroperasi di dalam terminal.

"Segera mungkin akan kita lakukan upaya penertiban, sembari dalam pengajuan penambahan personel," katanya.

Akibat kondisi tersebut, seorang penumpang asal tembesi hendak ke Cikampek kebingungan dan membandingkannya dengan terminal lain.

"Bingung cari busnya, pasalnya belum semua masuk. Beda dengan terminal rambutan, semuanya sudah di dalam terminal, " keluh Budi, penumpang tujuan Cikampek, Selasa (13/2).

PO yang ditemui tribunjambi.com, Rabu (14/2), mengatakan siap jika diinstruksikan pindah. Selain itu, juga berharap semua PO harus benar-benar pindah ke terminal.

Hal yang pernah dirasakan pihak PO ketika beroperasi di dalam terminal mengalami penurunan penumpang.

"Dulu (2017) pernah nonggok seharian di terminal, malah gak ada penumpang," ujar Dul, pegawai PO yang beroperasi di Simpang Kawat,Jambi, Rabu (14/2).

Seorang sopir menduga sepinya penumpang disebabkan jarak yang jauh menjadi penyebabnya.

Disinggung tentang perpindahan tersebut, sopir yang enggan menyebutkan namanya itu terima saja apa yang menjadi keputusan. "Daripada tidak berangkat, gak ada penghasilan, " ujarnya.

Penulis: Darwin
Editor: duanto
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help