Tangan Diamputasi, Wanita Ini Juga Ditinggalkan Suaminya, Sempat Depresi, Akhirnya . . .

Berkat usaha kerasnya, seorang wanita bernama Wina berhasil merintis bisnisnya. Seiring dengan itu, Fredy yang merupakan

Tangan Diamputasi, Wanita Ini Juga Ditinggalkan Suaminya, Sempat Depresi, Akhirnya . . .

Wina meratap pilu saat siuman melihat kondisi yang dialaminya, dan yang lebih memilukan, Fredy, suaminya tidak berusaha menghiburnya ketika melihat kondisi Wina seperti itu.

Dia malah langsung pergi setelah mengucapkan beberapa patah kata sekadarnya.

Keesokan harinya, Fredy kembali lagi ke rumah sakit.

Tapi kali ini dia mengajak seorang wanita, dia tega menemui Wina dan menyerahkan surat cerai.

Wina yang masih meratap sedih dengan peristiwa yang dialaminya itu kembali dihadapkan dengan gugatan cerai suaminya.

Dia hanya bisa menangis sepanjang hari.

Tapi bagaimana pun juga dia tidak akan bisa mempertahankan seseorang yang memang sudah berniat untuk pergi.

Jadi, Wina pun menerima perceraian dari suaminya.

Saat pembagian harta gono-gini, mantan suaminya hanya memberi 150 juta rupiah kepada Wina.

Sedangkan mantan suaminya itu mendapat bagian lebih banyak.

===

Sebenarnya pembagian ini sangat tidak adil, tapi Wina tidak banyak protes karena dia tidak ingin bertengkar dengan mantan suaminya.

Dia hanya ingin segera memutuskan kontak apa pun dengan pria yang tak tahu diri itu.

Wina mengalami depresi cukup lama setelah bercerai dengan suaminya.

Terlebih karena dia tidak tahu kemana arah jalan hidupnya di masa depan.

Perlahan-lahan Wina bangkit kembali, semangatnya kembali bangkit, dan hanya satu dalam benaknya : ‘Meski tidak punya apa-apa juga harus tetap semangat dan ceria’.

Belakangan Wina menggunakan 150 juta dari hasil perceraiannya untuk membangun usahanya lagi.

Sementara Fredy, mantan suamnya menikmati hari-harinya dengan bersantai ria di rumah.

Setelah bercerai dengan Wina, Fredy dan kekasih gelapnya berfoya-foya setiap hari

Belakangan Fredy kecanduan judi.

Tak lama kemudian, Fredy menghabiskan semua hartanya di meja judi.

Tak lama rumah, mobil dan restorannya juga ikut amblas di meja judi.

Karena sudah tidak punya apa-apa lagi, pacarnya pun pergi meninggalkannya.

Dan untuk dapat bertahan hidup, dia pun mengembara di jalanan menjadi pengemis, menjalani hari-harinya yang suram.

===

Tak terasa dalam sekejap mata, sepuluh tahun pun berlalu.

Suatu hari saat Fredy sedang mengemis ia melihat seorang wanita parlente turun dari mobil mewahnya, dia pun segera berlari ke arah wanita itu untuk mengemis.

Wanita itu kaget tiba-tiba dihampiri seorang pengemis, dan lebih kaget lagi ketika melihat dengan lebih jelas muka pengemis itu.

Karena dia tak menyangka pengemis itu ternyata adalah Fredy, mantan suaminya.

Sementara itu, Fredy juga tampaknya baru sadar dengan sosok wanita di depannya.

Dia tertegun melihat Wina, mantan istrinya yang tampak modis tanpa cacat di lengannya.

“Ta….tanganmu…tanganmu itu ?” katanya tergagap-gagap melihat sang istri sudah menggunakan bantuan tangan palsu.

Melihat mantan suaminya sangat terkejut, Wina hanya tersenyum kecil, lalu menunjuk ke seorang pria di sampingnya sambil berkata pada Fredy :

“Aku ingin mengucapkan terima kasih kepadamu yang meninggalkanku ketika itu.”

“Kalau tidak aku juga tidak akan menemukan kebahagiaan seperti sekarang.”

“Namun, segala kebahagiaan apa pun itu diraih dengan usaha kerasku sendiri, dan kamu tidak akan pernah bisa memahami penderitaan yang aku alami selama puluhan tahun itu!”

Usai berkata kepada Fredy, Wina pun berlalu sambil menggandeng tangan suaminya.

Fredy hanya bisa memandang kepergian mereka dengan tatapan bengong, dan sudah pasti ia sangat menyesal dengan sikap dan keputusannya ketika itu.

(Sripoku.com/A. Sadam Husen)

Editor: suci
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help