Home »

Jambi

» Tebo

Masih Ingat Pembantaian Sadis 2 Wanita dan 1 Bocah di Tebo? Kini Dalangnya Ketakutan dan Jadi Mualaf

Wirani Laila, dalang pembunuhan sadis Dona Sitorus (32) beserta putranya Niconius (4) dan tetangganya Ita Susanti (44)

Masih Ingat Pembantaian Sadis 2 Wanita dan 1 Bocah di Tebo? Kini Dalangnya Ketakutan dan Jadi Mualaf
net
Ilustrasi tahanan/lapas.

Baca: Sungai Penuh Akan Terapkan Perda Zakat

"Setelah saya komunikasi dengan dia, perlahan saya rasakan suhu badannya mulai stabil. Sebelumnya itu saya liat tatapan matanya kosong, ngomongnya juga ngawur. Yang jelas psikologinya sedikit terganggu," ujar pria yang pernah memimpin Lapas Industri di Nusakambangan ini.

Hal mengejutkan lainnyapun terjadi, keesokan harinya tanpa ada tanda-tanda yang aneh, Wirani bilang bahwa dia minta dimualafkan.

Tentunya kejadian ini membuat Hardi terenyuh dan terharu melihat keinginan Wirani yang kuat untuk menjadi mualaf.

"Saya yakinkan ke dia, kamu benar ingin masuk islam. Kamu masuk Islam ada paksaan atau desakan. Dia bilang keinginan sendiri tanpa ada yang memaksa," ucap Hardi lagi.

Mendengar pengakuan dan keinginan dari Wirani, hari itu juga Hardi melantunkan lafaz syahadat kepada Wirani. Lantas Hardi membimbing Wirani disaksikan rekan lapas yang ada di kamar tahanan. "Tanpa dikomando proses pengislaman berjalan lancar. Saya menganjurkan mulai sekarang jalankan kewajibanmu sebagai seorang muslimah, yakni salat dan ibadah lainnya," kata Hardi.

Baca: Kapolda Benarkan Pelaku Penembakan Bripka Fajar Ditangkap

Baca: Jembatan Penghubung Jalan 21 ke Paal 12 di Rimbo Bujang Segera Terealisasi

Baca: FOTO: Massa Pendukung Calon Bupati Bentrok, Aparat Kepolisian Berodong Tembakan

Sejak saat itu seluruh kewajiban Wirani ia jalankan didampingi oleh staf lapas yang setiap saat mengikutinya. Hal mengejutkan terlihat jika hari-hari  Wirani saat ini sudah banyak yang berubah. "Keberadaan dia saat ini lebih mapan dan banyak perubahan usai mendapatkan hidayah," pungkasnya.

Penulis: heri prihartono
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help