Nilai Tukar Petani Turun 0,38 Persen Pada Januari 2018

Penurunan NTP pada Januari 2018 disebabkan indeks harga hasil produksi pertanian hanya naik sebesar 0,85 persen

Nilai Tukar Petani Turun 0,38 Persen Pada Januari 2018
Tribun Jambi
Petani di Batanghari 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Fitri Amalia

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Hasil pemantauan harga harga pedesaan di 10 kabupaten dan kota di provinsi Jambi pada Januari 2018, Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Jambi turun 0,38 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Terjadi penurunan, yaitu dari 102,64 menjadi 102,25.

"Penurunan NTP pada Januari 2018 disebabkan indeks harga hasil produksi pertanian hanya naik sebesar 0,85 persen, sedangkan indeks harga yang dibayar petani naik sebesar 1,23 persen," ujar Dadang Hardiwan, Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Jambi, Senin (12/2).

Ia menjelaskan peningkatan NTP terjadi pada satu subsektor, yaitu subsektor tanaman pangan naik sebesar 1,71 persen. Penurunan NTP terjadi pada empat subsektor, yaitu subsektor hortikultura yang turun sebesar 0,54 persen, subsektor tanaman perkebunan rakyat yang turun sebesar 0,78 persen, subsektor peternakan yang turun sebesar 1,21 persen, serta sub sektor perikanan yang turun sebesar 0,86 persen.

Indeks harga yang diterima petani (It) naik sebesar 0,85 persen pada Januari 2018 dibandingkan Desember 2017 yaitu 131,35 menjadi 132,46. Kenaikan terjadi pada empat subsektor, yaitu subsektor tanaman pangan naik sebesar 3,07 persen, subsektor hortikultura naik sebesar 0,69 persen, subsektor tanaman perkebunan rakyat naik sebesar 0,52 persen serta sub sektor perikanan yang naik sebesar 0,34 persen.

BACA BREAKING NEWS: Polda Jambi Amankan Satu Truk HP dan Jam Tangan Ilegal

BACA 22.016 Peserta Yang mendaftar, Hanya 404 Yang Lulus CPNS KemenkumHAM

BACA Misteri Malam Bulan Purnama Tak Terpecahkan, Gajah-gajah Ziarah ke Candi di Pedalaman Sumatera

"Penurunan itu terjadi pada satu subsektor yaitu subsektor peternakan yang turun sebesar 0,37 persen."

Melalui indeks harga yang dibayar petani (Ib) dapat dilihat fluktuasi harga barang dan jasa yang dikonsumsi oleh masyarakat pedesaan, khususnya petani yang merupakan bagian terbesar dari masyarakat pedesaan, serta fluktuasi harga barang dan jasa yang diperlukan untuk memproduksi hasil pertanian.

Pada Januari 2018 Ib naik sebesar 1,23 persen, bila dibandingkan dengan Ib Deaember 2017 yaitu dari 127,97 menjadi 129,55. Peningkatan tersebut terjadi pada lima subsektor, yaitu subsektor tanaman pangan, subsektor hortikultura, subsektor tanaman perkebunan rakyat, subsektor perikanan, serta subsektor peternakan.

Untuk nilai tukar petani menurut subsektor pada Januari 2018, NTP Provinsi Jambi untuk masing-masing subsektor tercatat sebesar 97,79 untuk subsektor tanaman pangan, 93,60 untuk subsektor hortikultura, 107,77 untuk subsektor tanaman perkebunan rakyat 98,12 untuk subsektor peternakan.

Subsektor perikanan 101,44 yang terdiri dari perikanan tangkap sebesar 108,43 dan perikanan budidaya sebesar 93,94.

Tidak hanya itu, perubahan Indeks Harga Konsumen (IHK) di wilayah pedesaan Provinsi Jambi memgalami inflasi sebesar 1,46 persen. Jika dilihat dari kelompok konsumsi rumah tangga, inflasi terjadi pada enam kelompok.

Kelompok bahan makanan sebesar 2,59 persen, kelompok bahan makanan jadi minuman rokok dan tembakau sebesar 1,31 persen, kelompok Perumahan dan kelompok sandang sebesar 0,20 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,1 persen dan kelompok pendidikan rekreasi dan olahraga sebesar 0,24%p persen. Deflasi hanya terjadi pada kelompok transportasi dan komunikasi sebesar 0,02 persen.

Penulis: fitri
Editor: duanto
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help