Majelis Hakim Tolak Penangguhan Mantan Kadis Tanjab Timur CS

Majelis Hakim tolak permohonan penangguhan lima terdakwa kasus dugaan korupsi proyek rehabilitasi SDN 135

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Dedy Nurdin

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Majelis Hakim tolak permohonan penangguhan lima terdakwa kasus dugaan korupsi proyek rehabilitasi SDN 135 Rantau Rasau yang menyeret Mantan Kepala Dinas Tanjab Timur itu.

Penolakan penangguhan ini disampaikan Ketua Majelis Hakim Khairulludin dalam persidangan yang berlangsung di Pengadilan Negeri Tipikor Jambi pada Senin (12/2/2018).

Alasan penolakan penangguhan dan pengalihan penahanan ini menurut majelis hakim terdakwa dinyatakan dalam kondisi sehat dan mampu menjalani persidangan dengan baik.

"Memperlakukan sama dengan terdakwa lain yang sedang dipersidangkan," sebut Ketua Majelis Hakim Khairulludin menyampaikan alasan penolakan.

Majelis hakim juga beralasan megenai penangguhan tidak relevan dengan peraturan perundang-undangan.

"Itu tadi alasan penolakan, semoga persidangan berjalan lancar dan tepat waktu," kata Khairuludin usai membacakan putusan terkait pengajuan penangguhan dan pengalihan tahanan yang diajukan terdakwa.

"Sidang kita lanjutkan tanggal 19 pekan depan dengan agenda pemeriksaan saksi," ucapnya sebelum menutup persidangan.

Seperti terlihat dalam persidangan yang berlangsung pada Senin siang, sebanyak enam orang dihadirkan sebagai saksi dalam persidangan.

Keenam saksi merupakan panitia penerima pekerjaan yang juga sebagai pegawai Dinas Pendidikan Kabupaten Tanjab Timur.

Dalam persidangan ini dihadirkan kelima terdakwa terkait dugaan korupsi proyek rehabilitasi SDN 135 Rantau Rasau tahun 2014.

Proyek ini bersumber dari APBD Kabupaten Tanjab Timur pada Dinas Pendidikan dengan nilai anggaran Rp 448 juta Rupiah.

Dalam dakwaan JPU menyatakan terdapat lima terdakwa dalam kasus ini yakni Heri Widodo mantan Kepala Dinas Pendidikan Tanjabtim yang berperan sebagai Pengguna anggaran (PA) dan pejabat pembuat komitmen (PPK).

Selain sang mantan Kadisdik Yuski Efendi selaku Pejabat pelaksana teknis kegiatan (PPTK) , Amrizal selaku direktur CV Akbar Putra Jaya yang memenangkan lelang, Afrizal selaku konsultan pengawas dari CV Intisari Pratama dan Rudi Cahyadi dalam perannya sebagai pelaksana lapangan CV Akbar Putra Jaya. (Dnu)

Penulis: Dedy Nurdin
Editor: nani
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help