Ada Manipulasi Dokumen Untuk Pembayaran Yang Libatkan Mantan Kadisdik Tanjab Timur

Ada manipulasi dokumen dalam kasus dugaan korupsi pekerjaan rehabilitasi di SDN 135 Rantau Rasau

Ada Manipulasi Dokumen Untuk Pembayaran Yang Libatkan Mantan Kadisdik Tanjab Timur
tribunjambi/dedi nurdin
Persidangan kasus dugaan korupsi rehabilitasi SDN 135 Rantau Rasau, Senin (12/2/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jambi Dedy Nurdin

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Ada manipulasi dokumen dalam kasus dugaan korupsi pekerjaan rehabilitasi di SDN 135 Rantau Rasau yang melibatkan mantan Kepala Dinas Kabupaten Tanjab Timur.

Ini terugkap dalam persidangan yang berlangsung pada Senin (12/2/2018).

Seperti disampaikan Herman KS Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Muara Sabak usai persidangan, ada pihak yang di perintahkan untuk mengatur dokumen.

Kata Herman, dalam keterangan enam saksi di persidangan tidak menerima laporan hasil pekerjaan yang semestinya.

Bahkan keenam saksi yang seharusnya menerima hasil pekerjaan hanya disuruh untuk menandatangani dokumen oleh Zainudin yang menjadi orang suruhan Heri Widodo selaku mantan Kepala Dinas Kabupaten Tanjab Timur.

"Jadi para saksi yang harusnya menerima hasil kerja justru disuruh tandatangan dokumen. Alasanannya untuk pencairan padahal pekerjaan tidak selesai," kata Herman.

"Jadi ada orang diperintah mengantar dokumen. Atas perintah dan desakan untuk proses pencairan pekerjaan baru 50 persen dibayarkan 82 persen," sambungnya.

Lebih lanjut Herman mengatakan saksi yang merupakan Panitia penerima pekerjaan kontraktor adalah para saksi yang dihadirkan.

"Tapi bukan mereka menerima karena pekerjaan tidak selesai. Akhirnya mereka menandatangani dokumen untuk pembayaran. Jadi dokumen dimanipulasi," pungkasnya.

Seperti diketahui lima orang ditetapkan sebagai tersangka dalam pekerjaan rehabilitasi SDN 135 tahun 2014 lalu dengan nilai anggaran Rp 448 juta yang bersumber dari APBN.

Kelima terdakwa dalam kasus ini yakni Heri Widodo mantan Kepala Dinas Pendidikan Tanjabtim yang berperan sebagai Pengguna anggaran (PA) dan pejabat pembuat komitmen (PPK).

Selain sang mantan kadisdik Yuski Efendi selaku Pejabat pelaksana teknis kegiatan (PPTK) , Amrizal selaku direktur CV Akbar Putra Jaya yang memenangkan lelang, Afrizal selaku konsultan pengawas dari CV Intisari Pratama dan Rudi Cahyadi dalam perannya sebagai pelaksana lapangan CV Akbar Putra Jaya. (Dnu)

Penulis: Dedy Nurdin
Editor: nani
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help