TribunJambi/

Tiap Hari Pasok Hingga 12 Ton Ikan Nila ke Pasar Angso Duo. Penuhi 80 Persen Kebutuhan Jambi

Menjadi petani keramba ikan apung di Sungai Batang Hari masih menjadi andalan sebagian besar Warga Desa Pematang Jering,

Tiap Hari Pasok Hingga 12 Ton Ikan Nila ke Pasar Angso Duo. Penuhi 80 Persen Kebutuhan Jambi
TRIBUN JAMBI/ZULKIFLI

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Zulkifli

TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI - Menjadi petani keramba ikan apung di Sungai Batang Hari masih menjadi andalan sebagian besar Warga Desa Pematang Jering, Kecamatan Jaluko, Muarojambi.

Mata pencarian mayoritas masyarakat setempat  sebagai petani Keramba apung hususnya ikan nila.

Sedikitnya ada 4.000 unit keramba apung milik petani setempat yang berjejer di Sungai Batang Hari di sepanjang Desa Pematang Jering.

Baca: Ada Diskon Hingga 30 Persen untuk Produk Imlek di Meranti Swalayan

Tak kurang dari delapan hingga dua belas ton/hari ikan nila hasil panen dari keramba petani di desa tersebut, dipasok ke pasar Angso Duo Jambi.

Kepala Desa Pematang Jering, Rasyid saat ditemui Tribunjambi.com menyebutkan, saat ini desanya merupakan pemasok terbesar Ikan Nila di Provinsi Jambi. " 80 persen warga di sini bekerja menjadi petani ikan keramba apung di Sungai Batang Hari. Saat ini kita masih menjadi pemasok ikan terbesarlah di Provinsi Jambi," Kata Rasyid, Sabtu (10/11).

Lebih lanjut Rasyid menyebutkan, menjadi petani ikan keramba apung di Sungai Batang Hari bukan tidak ada kendala dan risiko, menurutnya kendala warganya selama ini adalah tingginya angka kematian ikan peliharaan petani yang diakibatkan berbagai hal.

"Bisa jadi itu faktor kualitas air Sungai Batang Hari yang tidak bagus, atau faktor lingkungan lainya seperti surutnya air pasca banjir kualitas menjadi buruk," ujarnya.

10022018_keramba
Keramba (TRIBUN JAMBI/ZULKIFLI)

Baca: Jelang Weekend Imlek - Tiket Promo Lion Air Tujuan Batam Hingga Minggu (18/2) Sudah Habis

Halaman
12
Penulis: Zulkifli
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help