TribunJambi/

VIDEO: Pembunuh Pasutri Tauke Pakan Ikan di Hukum Mati, Begini Rekonstruksi Sadis Pembunuhannya!

M Edi alias Sidit (27) mendapat hukuman mati terkait kasus pembunuhan pasutri tauke pakan ikan M Nazir Aljufri dan istrinya Sumiah

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - M Edi alias Sidit (27) mendapat hukuman mati terkait kasus pembunuhan pasutri tauke pakan ikan M Nazir Aljufri dan istrinya Sumiah, di Desa Mendalo Darat, Kecamatan Jaluko, Kabupaten Muarojambi, pada November 2016.

Bagaimana proses hukum Sidit mendapat hukuman mati?

Putusan hukuman mati turun, setelah Kejaksaan Negeri Sengeti mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung.

Di Pengadilan Negeri Sengeti, Sidit divonis hukuman pidana kurungan seumur hidup oleh Majelis Hakim Pengadilan Sengeti, pada Agustus 2017.

Putusan itu lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU), yang menuntut hukuman mati. Saat itu, jaksa menyatakan Sidit terbukti bersalah Pasal 340 tentang Pembunuhan Berencana, dengan ancaman hukuman pidana mati. JPU Kejaksaan Negeri Sengeti mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Jambi.

Di Pengadilan Tinggi Jambi, putusan majelis hakim kembali menguatkan putusan pihak Pengadilan Negeri Sengeti. Tidak puas dengan putusan pengadilan tinggi, JPU mengajukan perkara ke tingkat kasasi di Mahkamah Agung.

Sebelumnya, pada Januari 2017 pihak kepolisian Muaro Jambi melakukan rekonstruksi pembunuhan pasutri pemilik usaha pakan ikan tersebut.

Hasil rekonstruksi pembunuh sadis terhadap M Nazir Al Jupri Bin (52) dan Sumia (42), pasangan suami istri tauke pakan ikan yang ditemukan tewas dengan luka mengenaskan di ruko miliknya, polisi mengantongi 58 reka adegan.

Kapolsek Jaluko, AKP Al Hajat mengatakan, dari hasil rekonstruksi yang dilakukan, pelaku menjalankan 58 adegan dalam aksinya

Pelaku yang merupakan mantan karyawan dari korban memperlihatkan secara detail, proses pelaku datang dan menghabisi nyawa korban satu persatu.

"Dari rekonstruksi diketahui motif pelaku membunuh karena sakit hati,"

Diberitakan sebelumnya, tersangka beraksi pada Minggu (20/11). Korban ditemukan karyawannya berinisial M sudah meninggal dunia.

Korban Sumia ditemukan bersimbah darah di lantai satu ruko. Kemudian suaminya M Nazir, tewas di kamarnya di lantai dua.

Diketahui, setelah melakukan aksi tersebut, pelaku langsung melarikan diri ke Betung Sumsel, kemudian Pati Jawa Tengah, Surabaya, Lombok dan akhirnya ditangkap di Bima.

"Di Bima ia melarikan diri ke tempat temannya,"ujar Al Hajat.

Editor: ekoprasetyo
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help