Perawat yang Lecehkan Pasien di Nasional Hospital Dinyatakan Tidak Langgar Kode Etik, Ada Apa ya?

Belum genap sebulan paska viralnya video pasien yang dilecehkan perawat National Hospital, Surabaya, Majelis Kehormatan

Perawat yang Lecehkan Pasien di Nasional Hospital Dinyatakan Tidak Langgar Kode Etik, Ada Apa ya?
capture vid
pelaku pelecehan seksual national hospital 

TRIBUNJAMBI.COM - Belum genap sebulan paska viralnya video pasien yang dilecehkan perawat National Hospital, Surabaya, Majelis Kehormatan Etik Keperawatan Jatim baru-baru ini melakukan kajian terhadap tersangka, ZA.

Seperti diketahui, ZA ditetapkan sebagai tersangka oleh polisi dalam kasus dugaan pelecehan seksual kepada pasien yang sedang tidak sadar setelah menjalani operasi.

Baca: Bata Bertabur Diskon, Ayo Segera Kunjungi Batas Waktu 25 Februari

Sekretaris Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Misutarno mengatakan, hasil kajian majelis kehormatan yang digelar pada Sabtu (3/2/2018) menyebutkan, ZA tidak melanggar kode etik keperawatan.

"ZA tidak melanggar kode etik keperawatan. Artinya, ZA tidak melakukan pelecehan seksual kepada pasiennya," katanya dikonfirmasi, Selasa (6/2/2018) seperti dikutip Grid.ID dari Kompas.com.

JN (tengah) tersangka pelaku pelecehan seksual kepada pasien National Hospital Surabaya | KOMPAS.com/Achmad Faizal
JN (tengah) tersangka pelaku pelecehan seksual kepada pasien National Hospital Surabaya | KOMPAS.com/Achmad Faizal ()

Baca: Kabar Terkini 5 Pemain Sinema Dangdut Indosiar, Katanya Ada yang Stres!

Dia menyebut, apa yang dilakukan ZA sudah sesuai prosedur standar operasi (SOP) perawat saat menangani pasien seusai menjalani operasi. "ZA hanya mengambil alat di sekitar payudara pasiennya," ujar Misutarno.

Terkait masalah hukum selanjutnya, PPNI menyerahkan sepenuhnya kepada kuasa hukum yang telah ditunjuk. "Wilayah kami hanya menjelaskan secara etik profesi," ucapnya.

27 Januari lalu, ZA ditetapkan sebagai tersangka oleh Polrestabes Surabaya.

Dia terancam Pasal 290 KUHP tentang Pelecehan Seksual kepada seseorang dalam keadaan tidak sadar. Ancaman hukumannya 7 tahun penjara.

Halaman
12
Editor: suci
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help