Kasus Korupsi

Kasus Korupsi Dana Hibah - Mantan Ketua KONI Tanjab Barat Divonis 5 Tahun 6 Bulan Penjara

Majelis hakim Tipikor Pengadilan Negeri Jambi menjatuhkan vonis lima tahun enam bulan penjara untuk Abdul Halim Gumri, Mantan Ketua KONI

Kasus Korupsi Dana Hibah - Mantan Ketua KONI Tanjab Barat Divonis 5 Tahun 6 Bulan Penjara
TRIBUN JAMBI/DEDY NURDIN
Abdul Halim Gumri, mantan ketua Koni Kabupaten Tanjab Barat mengenakan baju tahanan saat menjalani persidangan di Pengafian Negeri Tipikor Jambi, Senin (13/11/2017) 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Dedy Nurdin

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Majelis hakim Tipikor Pengadilan Negeri Jambi menjatuhkan vonis lima tahun enam bulan penjara untuk Abdul Halim Gumri, Mantan Ketua KONI Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

Vonis dibacakan langsung oleh Khairulludin yang bertindak sebagai ketua majelis hakim dalam persidangan yang berlangsung pada Rabu (7/2/2018).

Abdul Halim Gumri dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan melalukan tindak pidana korupsi Dana Hibah KONI Kabupaten Tanjab Barat dengan nilai hibah Rp 4,5 miliar.

Baca: Pengacaranya Dilaporkan SBY ke Polisi, Ini Tanggapan Setya Novanto

Namun, dari hasil penghitungan BPK Provinsi Jambi ditemukan kerugian negara yang tidak dapat dipertanggugjawabkan sebesar Rp 431 Juta.

"Menghukum terdakwa Abdul Haim Gumri dengan pidana penjara 5 Tahun 6 Bulan,"sebut Khairulludin.

Selain itu terdakwa juga dikenakan denda sebesar Rp 200 juta subsider 6 Bulan Penjara.

"Sebagaimaa diatur dalam  Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 ayat (1) huruf b UU No 31 Tahun 1999, tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, sebagaimana diubah dengan UU No 20 Tahun 2001," kata Khairulludin saat membacakan putusan.

Selain menjatuhi hukuman penjara, Hakim Pengadilan Tipikor Jambi juga menjatuhkan pidana tambahan berupa uang pengganti sebesar Rp 431 juta.

Baca: Anies Baswedan Pantau Ketinggian Air, Netizen Pertanyakan Kejanggalan pada Foto-foto yang Diunggah

Baca: VIDEO: Kolam Bola Tak Selalu Menyenangkan, Seorang Ibu dan 2 Anaknya Alami Peristiwa Menyeramkan

Uang pengganti itu sesuai jumlah kerugian negara atas perbuatan terdakwa. Apabila tidak di bayarkan maka diganti dengan pidana penjara selama satu tahun.

Penulis: Dedy Nurdin
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help