Tak Tahan Dibully Setelah Dituduh Mencuri HP Milik Gurunya, Remaja Ini Nekat Mengakhiri Hidup
Setelah lebih seminggu tidak sadarkan diri, seorang remaja berusia 14 tahun yang sebelumnya ditemukan tergantung dengan
Penulis: Fifi Suryani | Editor: Fifi Suryani
TRIBUNJAMBI.COM, SEBERANG JAYA - Setelah lebih seminggu tidak sadarkan diri, seorang remaja berusia 14 tahun yang sebelumnya ditemukan tergantung dengan menggunakan kain sari dinyatakan meninggal dunia di ICU RS Seberang Jaya, Kamis (1/2) pagi.
Remaja bernama M Vasanthapiriya melakukan aksi nekat itu setelah dibully dan dituduh telah mencuri telepon selular milik gurunya pekan lalu.
Tantenya, A Lalitha, (43) mengatakan, peristiwa itu sangat mengejutkan seluruh keluarganya. Dia tidak percaya Vasanthapiriya mencuri handphone milik gurunya seperti dituduhkan sebelumnya.
Baca: Bergaya Mirip Tokoh Film Dilan 1990, Begini Komentar Kocak Netizen pada Sosok Tora Sudiro
Menurut Lalitha, ponsel itu sebenarnya tertinggal di sebuah kedai makan, dan Vasanthapiriya yang menemukannya.
"Telepon genggam sudah dijumpai, tapi bagaimana dengan nyawa korban yang tewas sia-sia begitu saja akibat tuduhan tanpa bukti,"
"Kami mau tuntut keadilan kepada orang yang bertanggungjawab sehingga keadaan menjadi seperti ini. Ia perlu mendapat balasan yang setimpal," katanya ketika ditemui di kamar mayat RS Seberang Jaya.
Lalitha berkata, keponakannya itu seorang yang sangat sensitif. Malahan ketika dituduh mengambil handphone itu, dia dimarahi di hadapan pelajar lain.
Sebelum ini media melaporkan, Vasanthapiriya pelajar sebuah sekolah menengah di Nibong Tebal dipanggil oleh empat guru sekolahnya Rabu minggu lalu. Ia dituduh mengambil iphone milik salah seorang guru di sekolahnya.
Walaupun ia beberapa kali membantah tuduhan itu, namun ia malah dipukul oleh salah seorang gurunya tersebut.
Baca: Tetapkan Gubernur Zumi Zola Jadi Tersangka, Ini Respon ICW Terhadap KPK
Baca: Dituding Fahri Hamzah soal Konspirasi Terkait Pembebasan Nazaruddin, Ini Jawaban KPK
Guru yang kehilangan ponsel itu bersama suaminya yang juga seorang guru di sebuah sekolah lanjutan pertama di Nibong Tebal melaporkan Vasanthapiriya ke ke polisi.
Akibat tertekan dengan perkara itu, dan tidak mau keluarganya menanggung malu, remaja itu akhirnya melakukan tindakan gantung diri dan ia sempat meninggalkan selembar pesan.
Dilaporkan, Vasanthapiriya menghembuskan nafas terakhirnya di sisi ibu bapanya kira-kira jam pukul 3.30 pagi.