Home »

Video

Ayah Murka Membaca Pesan di Hp Anaknya yang Kelas 6 SD, Si Pengirim Ditampar, Ternyata Ini Isinya!

Seorang tersangka pedofil telah dipaksa untuk meminta maaf di depan umum setelah tertangkap oleh ayah korbannya

TRIBUNJAMBI.COM -- Seorang tersangka pedofil telah dipaksa untuk meminta maaf di depan umum setelah tertangkap oleh ayah korbannya.

Dilansir dari Metro.co.uk pada Jumat (2/2/2018) pria tersebut diidentifikasi sebagai Chen yang tinggal di Kabupaten Ningxiang, Provinsi Hunan, China..

Chen disuruh berlutut dan meminta maaf di depan banyak orang karena diduga telah mengundang siswi untuk menonton video mesum bersamanya.

Baca: Kapolda Jambi Salat Jumat Keliling, Ini Pesannya Kepada Jamaah Masjid As Saadah

Ayah korban terlihat menampar Chen di sekitar kepalanya saat dia berlutut dan dikelilingi puluhan orang.

Menurut penyidik, Chen diduga telah mengirimkan sebuah pesan yang tidak pantas kepada anak perempuan yang masih duduk di bangku kelas enam Sekolah Dasar (SD).

Salah satu pesan yang dikirim Chen tertulis dia mengundang anak tersebut untuk menonton video porno bersamanya.

pria ketahuan kirim pesan mesuk ke anak kelas 6 SD dihajar sang ayah
pria ketahuan kirim pesan mesum ke anak kelas 6 SD dihajar sang ayah (metro.co.uk)

Beruntung pesan itu dibaca oleh ayah gadis tersebut yang kemudian memutuskan untuk melakukan penyergapan di sebuah supermarket.

Baca: VIDEO: Gen Halilitar Cover Lagu Milik BTS-Mic Drop, Warganet: Parah Keren Abis

Mengaku sebagai putrinya, ayah gadis tersebut membalas pesan Chen dan setuju bertemu di sebuah tempat.

Ketika dia mengenali Chen, sang ayah langsung meluapkan kemarahannya.

Dalam sebuah rekaman video yang diambil oleh seorang saksi menunjukkan wajah Chen yang memerah karena ditampar oleh ayah gadis itu.

Baca: Pria ini Bunuh Ibu dari Vokalis Band Terkenal Seusai Menidurinya, Alasannya Bakal Bikin Syok!

Pihak berwenang setempat pun mengatakan bahwa mereka sedang menyelidiki kasus tersebut dan mempertanyakan pada kedua belah pihak.

(Tribunnews/ Rika Apriyanti)

Penulis: Rika Apriyanti
Editor: Rika Apriyanti
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help