Pesawat Bung Karno Kemasukan Orang Gila, Paspampres Butuh Dua Hari untuk Sterilkan
Mendapat keterangan itu, Maulwi dan personel Paspampres lainnya jelas tidak mau percaya.
TRIBUNJAMBI.COM - Ketika terjadi konfrontasi antara Indonesia-Malaysia sekitar tahun 1963, Filipina pun ikut-ikutan tegang.
Bagaimanapun juga, Filipina khawatir jika wilayah Sabah dan Kalimantan Utara diklaim secara sepihak oleh negara federasi Malaysia, maka mereka akan kehilangan sebagian wilayahnya.
Untuk membahas masalah genting itu, pada 30 Juli – 5 Agustus 1963, Presiden Filipina, Mancapagal, berinisiatif menggelar Konferensi Tingkat Tinggi Tiga Negara yang diikuiti oleh Malaysia, Filipina, dan Indonesia (Maphilindo).
Presiden Soekarno (Bung Karno) pun bersama rombongan bertolak ke Filipina pada Juli 1963 menggunakan pesawat C-140 Jetstar dari Jakarta.
Rombongan yang selalu ikut dan melekat pada Bung Karno adalah sejumlah personel Paspampres yang dipimpin oleh Kolonel Maulwi Saelan.
Tim Paspampres ini terbagai dua grup, satu grup bersama pesawat kepresidenan dan grup lain naik pesawat Garuda Indonesia dan sudah berangkat terlebih dahulu sebagai tim aju (advance team).
Tugas para Paspampres selain selalu mengawal Bung Karno juga untuk memastikan sama sekali tidak ada ancaman keamanan baik ketika Bung Karno sedang tiba di Filipina maupun saat akan meninggalkannya.
Sewaktu rombongan Bung Karno tiba di Filipina semuanya lancar dan aman.
Tapi ketika rombongan Bung Karno akan pulang keesokan harinya terjadi peristiwa yang cukup membahayakan.
Pihak bandara di Filipina memberi tahu jika pesawat Jet Star dimasuki orang.
BACA Zumi Zola Dipanggil KPK Lagi Terkait 'Uang Ketok' APBD Jambi 2018, Kabarnya Akan Ada Tersangka Baru
Kolonel Maulwi Saelan dan sejumlah personel Paspampres pun segera bergegas menuju pesawat untuk melakukan pemeriksaan.
Tapi ketika sampai di pesawat Jet Star, orang yang dicurigai sedang menyusup itu sudah ditangkap petugas keamanan bandara dan diidentifikasikan sebagai orang gila.
Mendapat keterangan itu, Maulwi dan personel Paspampres lainnya jelas tidak mau percaya.
Mereka memutuskan memerika pesawat Jet Star secara detail dan esok harinya, Bung Karno tidak diperkenankan naik Jet Star tapi menggunakan pesawat Garuda.