Perjalananan Nurlailis Menelusuri Batik Jambi di Sekoja, Azmiah Membatik Sampai Mata Rabun

Masuk ke dalam tampak seorang perempuan sedang fokus membatik. Tanganya telaten memegang canting, membentuk pola

Perjalananan Nurlailis Menelusuri Batik Jambi di Sekoja, Azmiah Membatik Sampai Mata Rabun
Tribun Jambi
Sanggar Batik Jambi Azmiah di Seberang Kota Jambi. 

Suasana pagi di dermaga Sungai Batanghari sudah cukup ramai. Beberapa orang terlihat sedang sarapan, ada juga yang sibuk dengan ponsel pintarnya.

PAGI itu, lalu lintas di sungai masih tampak tenang seperti biasanya. Jembatan Pedestrian Gentala Arasy, dari bawah, terlihat mengular dengan pemandangan latar langit biru.

“Ketek dek?” kata pengemudi ketek (perahu bermesin), menyapa, menawarkan tumpangan menuju Seberang Kota Jambi (Sekoja).

“Kalau mau nunggu bayar Rp 5 ribu nanti naiknya nunggu penumpang lain. Kalau mau cepat Rp 20 ribu,” tawarnya.

Berpikiran lebih cepat lebih baik, saya pun menyetujui tawaran tadi. “Ke sanggar batik, bang,” ucap saya.

Ketek melaju pelan membelah air Sungai Batanghari. Ketek merupakan moda transportasi air yang sudah ada di sini sejak dahulu. Keberadaanya masih diperlukan meski Jembatan Gentala Arasy telah dibangun.

Sekira lima menit ketek telah sampai di dermaga taman sanggar batik Jambi.

BACA Model Cantik Asal Jambi Jago Silat, Rezki Pakai Sabuk Jambon

Sebelum sampai Balai Kerajinan Rakyat Selaras Pinang Masak, di sana ada taman sanggar batik yang menghadap ke Sungai Batanghari.

Sanggar Batik Jambi Azmiah di Seberang Kota Jambi.
Landmark Seberang Kota Jambi. (Tribun Jambi)

Beberapa orang tampak berolahraga dengan fasilitas yang ada, ada yang duduk sambil mengobrol menghabiskan sajian gorengan.

Halaman
1234
Penulis: Nurlailis
Editor: duanto
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help