Kasus Pencurian

Pencurian Kulit Manis di Kerinci dan Sungaipenuh Kembali Marak, Warga Merugi Hingga Belasan Juta

Komplotan spesialis pencuri kulit manis kembali beraksi, sebelumnya sempat beraksi diwilayah perladangan Kabupaten Kerinci.

Pencurian Kulit Manis di Kerinci dan Sungaipenuh Kembali Marak, Warga Merugi Hingga Belasan Juta
TRIBUN JAMBI/HENDRI DEDE PUTRA

TRIBUNJAMBI.COM, SUNGAIPENUH - Komplotan spesialis pencuri kulit manis kembali beraksi, sebelumnya sempat beraksi diwilayah perladangan Kabupaten Kerinci. Kini, warga Desa Koto Bento Kota Sungaipenuh lagi yang mengaku puluhan batang kulit manis miliknya menjadi sasaran komplotan ini. Menurut informasi dari warga Desa Koto Bento kecamatan Pesisir Bukit, aksi pencurian kulit manis ini kerap terjadi di daerah perladangan Kecamatan Pesisir Bukit sejak 2 bulan terakhir.

"Ya, sejak Desember 2017 lalu, sudah dua orang warga yang berladang kulit manis mengaku bahwa puluhan batang kayu kulitmanis nya sudah dikuliti orang tidak dikenal. Kemarin saya bersama Pak Kades Koto Bento yang menerima laporan warga langsung melakukan pengecekan ke lokasi. Ternyata memang benar puluhan batang kulit manis milik warganya dimaling," ujar Agung Mahendra Minggu (22/1).

Baca: Pengalihan Tabung Gas, Taufik Yasak: Sosialisasikan Dulu

Sedangkan Pahmi, Kepala Desa Koto Bento, saat dikonfirmasi membenarkan adanya aksi pencurian kulit manis diwilayah Kecamatan Pesisir Bukit. Kades mengaku bahwa pada bulan lalu kejadian yang sama sempat menimpa warganya yang berladang di daerah perbukitan Pesisir Bukit.

"Benar, kemarin saya bersama beberapa warga setelah mendapat laporan langsung kelokasi. Kami temukan batang kulit manis yang masih tertanam namum sudah dikuliti orang tidak dikenal. Bulan kemarin juga terjadi di ladang warga yang lain. Warga mengaku resah dan mengalami kerugian belasan juta rupiah," kata Pahmi.

Dia mengaku telah melaporkan kejadian tersebut ke pihak Kecamatan Pesisir Bukit. Dikatakannya bahwa lantaran tidak adanya dugaan pelaku dan saksi. Maka pihak korban tidak melaporkan ke pihak kepolisian. Namun demikian dirinya telah meminta kepada warga untuk melakukan pengintaian diladang ladang warga yang lain. Dan jika ditemukan tanda-tanda dan gerak gerik yang mencurigakan yang dilakukan orang bukan pemilik ladang, dirinya berharap melaporkan ke pihaknya.  Supaya bisa dimintai keterangannya.

"Ya, hal ini tidak bisa kita biarkan begitu saja. Lain yang punya ladang, lain pula yang menikmati hasilnya. Kita sudah minta supaya pemilik ladang sering mengunjungi ladangnya. Dan kita akan lakukan pengintaian, jika kita temukan barang bukti dan pelakunya akan kita serahkan ke yang berwajib," pungkasnya.

Baca: Isu Tuyul Juga Merebak di Kerinci, Warga Mengaku Uang Besar di Celengan Hilang. Ini Kata Polisi

Baca: GALERI FOTO: 1.000 Guru Cari Dukungan Buat Menginspirasi Anak Bangsa

Penulis: hendri dede
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved