Rp 163 Jutaan, Datsun Cross Bakal Kompetitor Terdekat Suzuki Ignis, Ini Perbandingannya

Compact crossover Datsun Cross yang dirancang mampu mengangkut lima penumpang dengan ruang bagasi lega

Rp 163 Jutaan, Datsun Cross Bakal Kompetitor Terdekat Suzuki Ignis, Ini Perbandingannya
TRIBUNNEWS/CHOIRUL ARIFIN Datsun Cross saat diluncurkan di Kota Kasablanka, Jakarta, Kamis (18/1/2018) sore. 

TRIBUNJAMBI.COM - Datsun Indonesia percaya diri menggarap pasar kendaraan penumpang di Indonesia dengan merilis compact crossover Datsun Cross yang model ketiganya di tahun ketiga kehadiran brand ini di Indonesia saat ini, Kamis (18/1/2018).

Datsun Cross tidak lagi menyandang predikat sebagai mobil murah ramah lingkungan (LCGC) seperti dua model pendahulunya, Datsun Go+ dan Datsun Go + Panca, karena Datsun sudah membenamkan beragam fitur keamanan dan keselamatan di mobil ini.

Compact crossover Datsun Cross yang dirancang mampu mengangkut lima penumpang dengan ruang bagasi lega ini dibanderol dengan harga jual mulai dari Rp163 jutaan per unit.

Cukup kompetitifkah harga ini jika dibandingkan dengan kompetitor terdekatnya seperti compact crossover Suzuki Ignis yang harga jualnya lebih rendah, mulai dari Rp 141,5 jutaan?

President Director PT Nissa Motor Indonesia Eiichi Koito mengatakan, harga jual tersebut cukup kompetitif untuk kondisi market Indonesia saat ini.

Eiichi Koito yang juga mantan eksekutif di PT Kramayudha Tiga Berlian Motors ini mengatakan, harga tersebut cukup pantas karena Datsun menyematkan sejumlah fitur istimewa yang tidak ada di seri Datsun sebelumnya, termasuk juga mobil lain di kelasnya.

"Jadi, harga jual tersebut sangat kompetitif karena kami banyak melengkapinya dengan fitur istimewa. Fitur-fitur keamanan menjadi strong point kami," kata Eiichi Koito di acara peluncuran Datsun Cross di Kota Kasablanka, Jakarta.

Dia menambahkan, harga tersebut sepadan dengan yang didapat konsumen mengingat Datsun Cross juga dirancang berbeda dengan dengan lebih keren. "Jadi harga ini sangat valuable buat konsumen," tegas Eiichi Koito.

Editor: duanto
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help