TribunJambi/
Home »

News

» Sains

Kenapa Zhou Youguang Jadi Google Doodle? Berikut Kisah Si Anak Pejabat yang Sempat Hidup Miskin

Laman mesin pencarian Google pada Sabtu (13/1/2018) hari ini, menampilkan Zhou Youguang sebagai doodle.

Kenapa Zhou Youguang Jadi Google Doodle? Berikut Kisah Si Anak Pejabat yang Sempat Hidup Miskin
GOOGLE.COM
Google Doodle edisi Zhou Youguang. 

Selama dia di Amerika Serikat, dia 2 kali bertemu Albert Einstein.

Dia berpartisipasi untuk waktu yang singkat di Asosiasi Konstruksi Nasional Demokratis Tiongkok, namun pada tahun 1949 kembali ke Shanghai ketika Republik Rakyat berdiri, di mana dia mengajar Ekonomi di Universitas Fudan selama beberapa tahun.

Merancang Pinyin

Pada 1955, pemerintah menempatkan Zhou sebagai kepala komite reformasi bahasa Tionghoa dalam rangka meningkatkan melek huruf.

Sementara komite lainnya mengawasi tugas mempromosikan Tionghoa Mandarin sebagai bahasa nasional dan menciptakan aksara Tionghoa sederhana, komite Zhou ditugaskan untuk mengembangkan suatu romanisasi untuk mewakili pengucapan aksara-aksara Tionghoa.

Zhou berkata bahwa tugas tersebut memakan waktu sektiar tiga tahun, dan merupakan sebuah pekerjaan purnawaktu.[1] Pinyin menjadi romanisasi resmi pada 1958, meskipun kemudian (dan juga sekarang) hanya menjadi panduan pengucapan, bukan suatu pengganti sistem penulisan.

Zhou mendasarkan Pinyin pada beberapa sistem yang telah ada sebelumnya: fonemnya terinspirasi oleh Gwoyeu Romatzyh dari tahun 1928 dan Latinxua Sin Wenz dari tahun 1931, sementara tanda diakritik yang mewakili nada terinspirasi oleh Zhuyin.

Pada bulan April 1979, ISO di Warsawa menyelenggarakan sebuah konferensi teknologi. Berbicara atas nama Republik Rakyat Tiongkok, Zhou mengusulkan penggunaan "Sistem Hanyu Pinyin" sebagai standar internasional untuk pengejaan bahasa Tionghoa.

Pada tahun 1982, skema tersebut menjadi ISO 7098 setelah pemungutan suara.

Pinyin di era modern secara luas telah menggantikan sistem romanisasi yang lebih tua seperti Wade-Giles.

Halaman
1234
Editor: bandot
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help