Inilah Tanda-tanda Seseorang Mengidap Hiperseks, Wanita atau Pria Sama Saja

TRIBUNJAMBI.COM- Jika tingginya aktivitas seksual sampai berpengaruh terhadap kehidupan normal serta

TRIBUNJAMBI.COM- Jika tingginya aktivitas seksual sampai berpengaruh terhadap kehidupan normal serta menghambat kerja dan hubungan sosial, itu indikasi hiperseks.

Pada kasus hiperseks karena mania, penderita harus menjalani terapi psikiatrik di bawah pengawasan dokter jiwa.

Kok dokter jiwa? Ya, soalnya gangguan ini bukan semata-mata masalah hormon seks, tetapi masalah kejiwaan.

Menurut Dr. Patrick J. Carnes, seksaholisme terjadi pada sekitar 8 persen pria dan 3 persen wanita di Amerika Serikat.

Di Indonesia, seperti biasa, mohon maaf, belum ada data. Para ahli kesehatan jiwa meyakini kelainan seksaholisme berkaitan dengan kemampuan seseorang dalam mengendalikan emosi.

Seorang seksaholik biasanya juga punya masalah dengan kemampuan mengendalikan diri dalam urusan selain seks.

Orang macam ini menjadikan seks sebagai pelampiasan dari segala bentuk masalah dalam hidupnya.

Hingga sekarang penyebab gangguan ini masih belum diketahui secara pasti.

Namun diduga, trauma seksual masa lalu bisa menjadi salah satu penyebab timbulnya seksaholisme saat dewasa.

Ini misalnya terjadi pada mereka yang pernah mengalami pelecehan seksual atau hidup di keluarga yang kehidupan seksualnya bermasalah.

Halaman
12
Editor: ridwan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved