TribunJambi/

297,2 Hektare Kebun Sawit Petani di Muarojambi Diajukan Mendapat Bantuan Replanting

Nominal bantuan peremajaan sawit yang nanti akan diterima petani. Darmanto menyebutkan jumlahnya

297,2 Hektare Kebun Sawit Petani di Muarojambi Diajukan Mendapat Bantuan Replanting
ANTARA FOTO/RONY MUHARRMAN
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribun Jambi Zulkifli

TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI - Melalui program replanting sawit dari Kementrian Perkebunan Ri, Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Kabupaten Muarojambi, menargetkan pada tahun 2018 ini, sebanyak 1000 Ha areal perkebunan sawit petani mendapat bantuan replanting.

Saat ini, setidaknya sudah 297,2 Ha lahan milik petani di Muarojambi yang diajukan untuk menerima bantuan tersebut, dan sudah mendapat respon positif dari pemerintah pusat.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Muarojambi Zulkarnaini, melalui Kabid Perkebunan Darmanto.

Dia mengatakan, dari tiga Koperasi Unit Desa dan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) yang mengajukan permohonan peremajaan sawit tersebut, baru dua KUD dan Gapoktan yang yang memenuhi persyaratan melalui verifikasi dari Pemerintah Pusat dan Provinsi Jambi.

"Baru dua dari tiga yang mengajukan yakni KUD TBS Desa Ujung tanjung Kecamatan Bahar selatan dan Gapoktan Rambutan Desa Pancamulya Sungaibahar," katanya, Sabtu (13/1).

Selain itu, Darmanto menjelaskan bahwa dari dua KUD dan Gapoktan tersebut bila dikalkulasikan luasan areal yang akan mendapat replanting mencapai 297,2 hektare dari 125 kepala keluarga.

"KUD TBS itu total lahannya mencapai 167,6 Ha dari 67 KK, dan Gapoktan Rambutan 129,6 Ha dari 58 KK," jelasnya.

Darmanto melanjutkan, untuk satu KUD lainnya yang juga mengajukan permohonan yakni KUD Akso Dano belum bisa memenuhi persyaratan yang ditentukan oleh Kementrian Pusat.

"KUD Akso Dano ini belum lengkap. Ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi diantaranya satu KK hanya boleh mengajikan maksimal 4 hektare lahan saja," jelas dia.

Sementara itu terkait, berapa nominal bantuan peremajaan sawit yang nanti akan diterima petani.

Darmanto menyebutkan, jumlahnya separuh dari rencana biaya yang ditetapkan.

"Petani akan mendapatkan Rp 25 juta per hektare yakni separuh dari rencana biaya perhektar yakni Rp50 juta. Sisanya bisa didapatkan oleh petani dari mana saja semisal pinjaman lunak di Bank," pungkasnya. (*)

Penulis: Zulkifli
Editor: nani
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help