Soal Permintaan Rp 40 Miliar oleh Partai Gerindra, La Nyalla Merasa Jadi Korban Pemerasan

Ketua Progres 98 Faisal Assegaf, selaku perwakilan tim hukum La Nyalla Mahmud Mattalitti, menduga oknum

Soal Permintaan Rp 40 Miliar oleh Partai Gerindra, La Nyalla Merasa Jadi Korban Pemerasan
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Tersangka kasus dugaan korupsi penyalahgunaan dana hibah di Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Jawa Timur La Nyalla Mattalitti dikawal petugas saat tiba di Gedung Bundar Kejaksaan Agung, Jakarta, Selasa (31/5/2016). La Nyalla yang merupakan tersangka dana hibah Kadin Jawa Timur dipulangkan setelah dokumen keimigrasiannya dicabut dan berstatus sebagai penduduk over stay di Singapura dan kini menjalani pemeriksaan di Kejaksaan Agung. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUNJAMBI.COM- Ketua Progres 98 Faisal Assegaf, selaku perwakilan tim hukum La Nyalla Mahmud Mattalitti, menduga oknum Partai Gerindra telah melakukan pemerasan.

Hal itu terkait pencalonan La Nyalla sebagai calon gubernur di Pilkada Jawa Timur 2018.

Bentuk pemerasan tersebut berupa permintaan dana Rp 40 Miliar oleh Partai Gerindra.

Permintaan itu, saat La Nyalla melangsungkan pertemuan dengan Ketua Partai Gerindra, Prabowo Subianto di Hambalang, Sabtu (9/12/2017).

Baca: Fredrich Yunadi Mangkir Panggilan Pertama, Pengacara: KPK Bisa Layangkan Surat Panggilan Kedua

Baca: Bos Yakuza Ditangkap! Ini Fakta Mencengangkan Tentang Geng Mafia Jepang Itu, Ternyata Mereka. . .

Baca: Kejam! Bocah 9 Tahun Diikat dan Dicambuk Ibunya Sampai Meninggal Cuma Karena

Namun, La Nyalla belum memenuhi permintaan uang itu.

"Kalau itu keputusan partai mengapa di Hambalang? Seharusnya diputuskan di DPP Gerindra dan merujuk kepada keputusan tertulis," tutur Faisal, kepada wartawan, Jumat (12/1/2018).

Di suatu kesempatan, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon, membantah pengakuan mantan Ketua Umum PSSI itu.

Halaman
123
Editor: rida
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help