Sebelum Dibunuh, Bocah Zainab Diperkosa Secara Brutal. Tubuhnya Penuh Luka dan Tulang Leher Retak

Pembunuhan keji terhadap bocah perempuan berusia enam tahun bernama Zainab telah melahirkan gelombang kemarahan dan kesedihan

Editor: rida
11122017_ILUSTRASI PEMERKOSAAN 

TRIBUNJAMBI.COM- Pembunuhan keji terhadap bocah perempuan berusia enam tahun bernama Zainab telah melahirkan gelombang kemarahan dan kesedihan masyarakat di sebuah kota di Pakistan.

Jasad bocah itu ditemukan di tempat pembuangan sampah di pinggiran kota Kasur, Pakistan, setelah sebelumnya diperkosa dan dicekik hingga tewas oleh pelakunya yang sejauh ini belum tertangkap.

Hasil pemeriksaan terhadap jasad bocah itu mengungkapkan bahwa dia diserang secara brutal.

Beberapa luka ditemukan di tubuh dan wajahnya, dan tulang lehernya mengalami keretakan.

Jasad Zainab ditemukan di tempat pembuangan sampah di pinggiran kota Kasur, Pakistan, setelah sebelumnya diperkosa dan dicekik hingga tewas oleh pelakunya.
Jasad Zainab ditemukan di tempat pembuangan sampah di pinggiran kota Kasur, Pakistan, setelah sebelumnya diperkosa dan dicekik hingga tewas oleh pelakunya. ()

Polisi mengatakan ada 12 pembunuhan serupa dalam dua tahun terakhir, dan lima kasus diantaranya diduga terkait dengan seorang tersangka yang masih buron.

Sampel DNA juga telah diambil oleh polisi dari 80 terduga pelaku rentetan pembunuhan sadis tersebut
ayah korban

1
Dalam wawancara kepada BBC, Ameen Ansari menggambarkan kesedihannya dengan mengatakan: "Rasanya dunia sudah berakhir ... Saya tidak lagi memiliki kata-kata."

Kasus pembunuhan brutal ini menimbulkan kemarahan warga kota yang menganggap kerja polisi tidak becus dalam mengungkap kasus ini.

Massa yang marah bahkan membakar kantor pemerintah di kota itu dalam rentetan kerusuhan yang telah berlangsung sejak dua hari lalu.

Pada Kamis, pengunjukrasa melemparkan batu ke arah gedung pemerintah dan mencegat kendaraan para politikus, seraya mengeluhkan kinerja polisi yang dianggap tidak mampu berbuat banyak untuk menghentikan kekerasan terhadap anak-anak.

Ayah Zainab, Ameen Ansari, mengatakan kepada BBC bahwa dia tidak setuju dengan tindakan kekerasan yang dilakukan para pemrotes, tetapi memahami kemarahan massa terhadap polisi.

"Apabila polisi bekerja dengan baik, maka mereka akan menemukan siapa pelakunya, apalagi ada relaman kameran pengintai (CCTV)," katanya.

Dalam wawancara kepada BBC, Ameen Ansari menggambarkan kesedihannya dengan mengatakan: "Rasanya dunia sudah berakhir ... Saya tidak lagi memiliki kata-kata."

Kasus pembunuhan Zainab, bagaimanapun, telah menyedot perhatian publik, sehingga para politisi lokal pun menemui keluarganya dan berjanji mengungkap dan menangkap pembunuh bocah malang itu.

1
Dua pelaku unjuk rasa dilaporkan tewas pada Rabu setelah orang-orang yang marah itu berusaha menyerbu markas polisi setempat, dan polisi membelasnya dengan melepaskan tembakan.

Juru bicara kepolisian setempat mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa "setidaknya ada sekitar 1.000 orang yang telribat dalam unjuk rasa."

Para pendemo itu, lanjutnya, melempar batu ke rumah sakit pemerintah, polisi dan rumah wakil kepolisian... Kami saat ini mencoba meredam kemarahan mereka agar tidak meluas," katanya.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved