TribunJambi/

Dinilai Zalim dan Diskriminasi Umat Islam, Alumni 212 Geruduk Kantor Facebook Indonesia

Pengelola perusahaan media sosial, Facebook, disinyalir berbuat zalim dan mendiskriminasi umat islam.

Dinilai Zalim dan Diskriminasi Umat Islam, Alumni 212 Geruduk Kantor Facebook Indonesia
@UusRsd
ILUSTRASI Ribuan warga Ciamis, Jawa Barat, berjalan kaki menuju Jakarta untuk mengikuti aksi 212. 

TRIBUNJAMBI.COM- Pengelola perusahaan media sosial, Facebook, disinyalir berbuat zalim dan mendiskriminasi umat islam.

Hal itu karena, perusahaan memblokir sejumlah akun milik umat Islam yang digunakan dakwah dan kegiatan kemanusiaan.

Humas Presidium Alumni 212, Novel Chaidir Bamukmin, membandingkan dengan sejumlah akun yang mengunggah lesbian, gay, biseksual dan transgender/transeksual (LGBT), komunis, hingga penistaan agama, yang dibiarkan eksis.

"Justru akun LGBT, komunis, zina penista agama di dukung. Sementara setiap profile (Alumni,-red) 212, FPI, MCA (Muslim Cyber Army,-red), bendera tauhid, foto Habib Rizieq, dan masih banyak langsung blokir," ujar Novel, Jumat (12/1/2018).

Padahal kata dia akun media sosial yang diblokir itu merupakan akun dakwah dan akun bermuatan aksi kemanusiaan untuk penggalangan bantuan saat terjadi bencana alam.

"Yang masyarakat perlu yang kita memang terdepan membantu masyarakat, membantu ketika ada bencana alam dan musibah," kata dia.

Atas dasar itu, dia mengaku ada puluhan ribu peserta aksi yang tergabung dari berbagai ormas, akan menggeruduk kantor Facebook Indonesia di Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jakarta Selatan, pada Jumat siang. Upaya ini merupakan bentuk protes atas berbagai kezaliman itu.

"Alumni 212 insya Allah akan turun. Estimasi insya Allah 100 ribuan. Tuntutan agar FB tidak diskriminasi terhadap umat islam yang telah berjuang membela negara, agama, serta pancasila," ujarnya.

Agenda aksi 121 ini dimulai dengan salat Jumat di Masjid Al-Azhar, setelah itu ratusan ribu massa ini berjalan kaki atau long-march menuju kantor FB.

Editor: rida
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help