TribunJambi/

Keren Nih, Lapangan Sriwijaya Sarolangun Bakal Disulap jadi Laman Basamo, Ini Konsepnya

Laman Basamo tidak hanya menjadi tempat publik, tetapi juga menunjukkan identitas lokal Sarolangun sebagai daerah yang kaya budaya.

Keren Nih, Lapangan Sriwijaya Sarolangun Bakal Disulap jadi Laman Basamo, Ini Konsepnya
Tribun Jambi
Plt Kepala Dinas PU Sarolangun, Ibnu Ziady, melakukan pemaparan landmark baru. 

Laporan wartawan Tribun Jambi Teguh Suprayitno

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Kabupaten Sarolangun bakal memiliki landmark yang akan menjadi ikon, destinasi wisata dan kuliner. Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Kabupaten Sarolangun akan menyulap Lapangan Sriwijaya menjadi sebuah ikon wisata.

Plt Kepala Dinas PUPR Kabupaten Sarolangun, Ibnu Ziady, mengatakan Lapangan Sriwijaya akan diubah menjadi Laman Basamo, yang artinya halaman bersama.

Laman Basamo tidak hanya menjadi tempat publik, tetapi juga menunjukkan identitas lokal Sarolangun sebagai daerah yang kaya budaya.

"Kita berharap fasilitas publik yang kita bangun memiliki identitas lokal yang khas Sarolangun," katanya usai menggelar pertemuan dengan tokoh masyarakat soal pemberian nama baru untuk lapangan Sriwijaya, di aula dinas PUPR, Kamis (11/1).

Di Lapangan Sriwijaya yang baru nantinya akan dibangun pusat kuliner khas Sarolangun, taman olah raga, mobil untuk wisata, dan juga video tron. "Tahap kedua ini kita fokus penataan lampu taman, fasilitas pendukung, termasuk pemasangan nama dan video tron," katanya.

Dia menargetkan sebelum ulang tahun Kabupaten Sarolangun, landmark ini telah selesai di bangun. "Kalau bulan Februari nanti sudah lelang, insyaallah sebelum bulan Oktober itu sudah selesai, karena kita berharap momentum ulang tahun Kabupaten itu sudah bisa diresmikan," kata Ziady.

Untuk pembangunan Laman Besamo, Pemkab Sarolangun akan menggelontorkan dana sekitar Rp 3 miliar.

Ziady menjelaskan pada tahap pembangunan infrastruktur dasar pemerintah menganggarkan Rp 1,7 miliar. Dan pada 2018 anggaran untuk landsekap, lampu taman dan fasilitas lainnya mencapai Rp 800 juta ditambah pengadaan videotron Rp 500 juta.

Landmark ini nantinya akan dibangun terkoneksi dengan kampung tematik dan juga museum budaya.

Penulis: Teguh Suprayitno
Editor: duanto
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help