Sampah Terompet Berkurang, Penyebaran Wabah Difteri Diduga Jadi Penyebabnya

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Isnawa Adji mengatakan ada 780 ton sampah yang dihasilkan dari malam pergantian tahun.

Sampah Terompet Berkurang, Penyebaran Wabah Difteri Diduga Jadi Penyebabnya
TRIBUN JAMBI/ROHMAYANA
ILUSTRASI 

TRIBUNJAMBI.COM- Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Isnawa Adji mengatakan ada 780 ton sampah yang dihasilkan dari malam pergantian tahun.

Untuk membersihkan sampah-sampah tersebut, pihaknya menerjunkan 5.000 petugas kebersihan yang disebar di beberapa titik.

Isnawa menjelaskan, sampah-sampah itu didominasi oleh sampah plastik.

Namun untuk tahun ini jumlah sampah terompet menurutnya tidak terlalu banyak.

Ia menduga penyebabnya yakni merebaknya penyebaran wabah difteri di Jakarta.

Baca: Pesawat Jatuh di Kosta Rika, 10 Penumpang dan Dua Pilot Tewas

Baca: Speedboat Anugerah Express, 8 Orang Meninggal Dunia dan 13 Masih Dalam Pencarian

Baca: Gempar! Makam Hendra Dibongkor, Tali Pocong Dicuri. Murni Pidana atau Kepentingan Ilmu Gaib?

“Sampah plastik botol minuman, kemasan makanan. Kayaknya trompet gak banyak ya. Isu difteri kayaknya mempengaruhi. Jadi sedikit ya (pengguna terompet),” kata Isnawa Adji ketika dikonfirmasi, Senin (1/1).

Ia menambahkan, selain melakukan operasi bersih-bersih pasca pesta tahun baru, Dinas Lingkungan Hidup senantiasa menggelar penyapuan rutin.

Difteri merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Corynebacterium Diptheriae.

Penyakit ini mudah menular melalui percikan ludah penderita yang dikeluarkan saat bersin atau meludah.

Editor: rida
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved