Lakalantas

Lakalantas di Merangin Masih Cukup Tinggi, Minim Rambu Jalan Juga jadi Penyebab

Angka kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Merangin masih cukup tinggi. Sepajang 2017 terjadi sebanyak 54 kecelakaan dengan korban

Lakalantas di Merangin Masih Cukup Tinggi, Minim Rambu Jalan Juga jadi Penyebab
TRIBUNJAMBI/TEGUH SUPRAYITNO
Ilustrasi: Syahwal tewas seketika setelah menabrak sapi dalam kecelakaan beruntun di Jalan Lintas Sumatera. Peristiwa terjadi tepatnya di Km 5,5 Desa Sungai Abang, Kecamatan Sarolangun, Kamis (14/12/2017) pukul 05,30 pagi kemarin. 

Laporan Wartawan Tribun jambi, Herupitra

TRIBUNJAMBI.COM, BANGKO – Angka kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Merangin masih cukup tinggi. Sepajang 2017 terjadi sebanyak 54 kecelakaan dengan korban meninggal sebanyak 43 orang.

Kapolres Merangin, AKBP I Kade Utama pada press release akhir tahun mengatakan, bermacam-macam penyebab terjadinya kecelakaan. Mulai dari kelalaian hingga masih minimnya rambu-rambu di jalan raya.

Kapolres mengatakan, ada beberapa ruas jalan terutama jalan lintas Sumatera yang tidak ada rambu-rambu jalannya. Selain itu ada juga jalan yang gelap karena tidak ada penerang lampu jalannya.

Baca: Nasib Pegawai UPTD Pendidikan Pasca-dihapus, Sudirman: Pasti Semua Punya Posisi

“Wilayah kita dilalui oleh jalan lintas Sumatera, anggka kecelakaan masih cukup tinggi. Penyebabnya ada juga karena rambu-rambu jalan yang belum ada,” katanya, Jumat (29/12) lalu.

Diungkapkannya, sepanjang 2017 terjadi pelanggaran lalu lintas sebanyak 7.510 pelanggaran. Jumlah tersebut meningkat dari tahun 2016 yang berjumlah 5.190.

“Dari 7.510 pelanggaran lalu lintas sebanyak 54 merupakan kecelakaan dengan korban tewas 43 orang, luka berat 8 orang dan luka ringan 50 orang,” jelasnya.

Lanjutnya, untuk kerugian materil dari pelanggaran lalu lintas yang terjadi mengalami penurunan. Jika 2016 kerugian materil sebanyak Rp 646,6 juta, namun pada 2017 turun menjadi Rp 567, 8 juta.

“Untuk kerugian materil terjadi penurunan. Tapi untuk korban jiwa atau meninggal meningkat,” ucapnya.

Untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas, pihaknya terus melakukan sosialisasi agar pengendara mematuhi lalu lintas. Seperti melengkapi surat-surat dan perlengkapan berkendaraan.

“Itu terus kita lakukan. Kita lakukan pendekatan humanis, karena banyak pengendara yang kurang sadar aturan,” pungkasnya.

Baca: Prosesi Berlangsung Haru, Beberapa Jam Sebelum Meninggal Wanita Ini Menikah dengan Kekasihnya

Baca: Sepanjang 2017, Truk Masuk Kota dan Kendaraan Pribadi Ditilang 591 Kali. Desember Terbanyak

Penulis: heru
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved