Juga Dipasarkan Secara Online, Pasaran Perabot Ukir Jati Meningkat Hingga 35 Persen

Keindahan seni ukir kayu jati Jepara jenis perabotan selama 2017 terus berkembang di Jambi dan masih cukup diminati oleh warga.

Juga Dipasarkan Secara Online, Pasaran Perabot Ukir Jati Meningkat Hingga 35 Persen
TRIBUN JAMBI/NIKO FIRMANSYAH

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Keindahan seni ukir kayu jati Jepara jenis perabotan selama 2017 terus berkembang di Jambi dan masih cukup diminati oleh warga.

Pemilik Toko  Ukir Jati Jepara yang terletak di Cempaka Putih, Jelutung, Kota Jambi, Feri mengatakan selama tahun 2017 permintaan dan pesanan untuk perabotan ukir jati Jepara masih cukup tinggi khususnya warga Kota Jambi dan warga Muaro Bungo Kabupaten Bungo.

"Selama tahun 2017 kemarin naik 35 persen dibandingakan tahun sebelumnya," katanya.

Baca: Nasib Pegawai UPTD Pendidikan Pasca-dihapus, Sudirman: Pasti Semua Punya Posisi

Menurutnya  ukiran tersebut masih diminati karena dikerjakan oleh pengrajin terampil yang menggunakan unsur seni tinggi, teliti, dan mempunyai keindahan dalam proses pembuatannya sehingga sangat menarik minat konsumen untuk memilikinya.

Diakuinya bahan dalam ukiran kayu di tempatnya dibeli dari luar Provinsi Jambi, yaitu daerah Jawa Tengah dengan jenis kayu jati yang bisa untuk diolah kembali menjadi perabotan berupa kursi, meja dan lemari.

Selain itu dikatakannya juga memasarkan hasil produksinya di media online agar barang produknya dapat dibeli lebih banyak lagi dan berharap kepada pemerintah setempat agar dapat membantu dalam pemodalan dan peralatannya.

Ia menambahkan satu diantara unsur yang sangat menentukan kualitas suatu produk ukiran jati tersebut yaitu bahan baku, sehingga untuk menghasilkan produk kerajinan kayu juga memerlukan bahan baku berkualitas.

Untuk bahan baku kerajinan tersebut dikatakannya harus bahan kayu yang mempunyai serat dan tingkat kualitas kayu yang baik, agar kayunya bisa bertahan lama.

"Ini juga guna memenuhi kebutuhan pesanan yang selama ini dipercaya oleh warga Jambi kepada kita,karena kita selalu memberikan kualitas yang terbaik," ujarnya.

Baca: Usai Panen Sawit dan Karet, Mereka Kebanyakan Beli ke Sini

Baca: Baru Setahun Idi Amin Menjabat, 60.000 Orang Asia Langsung Disuruh Angkat Kaki dari Uganda

Untuk harga jualnya seperti kursi,meja,lemari serta perabotan lainnya, ia mengatakan dihargai paling murah Rp 2 jutaan dan termahal bisa mencapai puluhan juta rupiah.

"Untuk motifnya biasanya konsumen yang datang kesini untuk memesan sesuai dengan keingginannya," katanya.

Penulis: Niko Firmansyah
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help