TribunJambi/
Home »

Jambi

» Bungo

Ternyata Beginilah Para Pelaku PETI Menggunakan Merkuri yang Berbahaya Untuk Lingkungan

Untuk memisahkan emas dan kotoran itulah digunakan merkuri. Campuran tersebut ditetesi merkuri lalu diaduk rata.

Ternyata Beginilah Para Pelaku PETI Menggunakan Merkuri yang Berbahaya Untuk Lingkungan
TRIBUN JAMBI/JAKA HENDRA BAITTRI
Razia PETI di Bungo 

TRIBUNJAMBI.COM - Alur penyelundupan merkuri ternyata bukan barang baru di Jambi.

Tribun menemui orang yang pernah menjadi pemilik dompeng dan pelaku PETI.

Mereka bercerita bagaimana proses perjalanan merkuri dari Sumatera Barat hingga digunakan para penambang ilegal.

Proses kerja merkuri tidak panjang-panjang amat.

Pelaku akan menunggu hasil hisap pasir dari mesin dompeng, material yang tersedot akan diayak sebentar dan dipindahkan ke karpet atau alas.

Dari karpet tersebut, pelaku dompeng akan memasukkannya ke dalam ember atau baskom.

“Emas yang ada masih bercampur zat-zat yang berwarna hitam dan lengket yang sering disebut orang Bungo sebagai kalam,” paparnya.

Untuk memisahkan emas dan kotoran itulah digunakan merkuri. Campuran tersebut ditetesi merkuri lalu diaduk rata.

Karena sifat merkuri berat, maka emas yang ada akan tertahan ke dasar ember atau baskom.

Setelah kira-kira cukup lengket pelaku akan membawa ember ke tempat air bersih seperti pinggiran sungai atau air rawa tempat dompeng itu berada.

Mereka mencucinya dan memisahkan kotoran yang disebut kalam tadi. “Pada saat pemisahan inilah kemudian merkuri ada yang terbawa arus sungai atau tercampur dengan air tanah,” tambahnya.

Penulis: Jaka Hendra Baittri
Editor: bandot
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help