TribunJambi/

Sempat Mereda, Gunung Agung Kembali Semburkan Abu Vulkanik

Gunung Agung di Karangasem, Bali, masih menunjukkan aktivitas yang cukup tinggi. Setelah sempat mereda

Sempat Mereda, Gunung Agung Kembali Semburkan Abu Vulkanik
Kepulan asap dan abu vulkanik berwarna merah menyala menyembur dari kawah Gunung Agung terlihat dari Desa Bunutan Dusun Gulinten, Karangasem, Bali, Senin (27/11/2017). Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi menaikkan status Gunung Agung dari level siaga ke awas setelah terjadinya peningkatan letusan dengan semburan asap dan abu vulkanik hingga ketinggian 3.400 meter. TRIBUN BALI/I NYOMAN MAHAYASA 

TRIBUNJAMBI.COM- Gunung Agung di Karangasem, Bali, masih menunjukkan aktivitas yang cukup tinggi.

Setelah sempat mereda beberapa hari terakhir, Gunung Agung kembali menyemburkan abu vulkanik pada Kamis (7/12/2017) pagi.

Kasubid Mitigasi Bencana Gunung Api Wilayah Timur Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Devy Kemal Syahbana mengatakan, semburan abu masih terbilang tipis. Sebarannya juga sampai ke permukiman warga.

"Ada abunya, tapi masih tipis dan sebarannya masih di sekitar puncak," kata Devy. Menurut pantauan Kamis pagi hingga menjelang sore, Gunung Agung terus mengeluarkan asap dengan ketinggian lebih dari 1.000 meter.

Selain embusan asap, Gunung Agung terus diguncang gempa, baik gempa vulkanik dangkal, vulkanik dalam, tremor menerus, maupun gempa frekuensi rendah.

Sementara itu, Kepala Pusat PVMBG Kasbani mengatakan, saat ini Gunung Agung masih berstatus awas.

Gempa yang terjadi, menurut dia, mengindikasikan adanya produksi dan pergerakan magma menuju permukaan.

"Di permukaan memang mengalami perlambatan, tapi di bawah masih terus produksi magma," kata Kasbani.

Walau demikian, dia menekankan bahwa Bali tetap aman untuk dikunjungi asalkan wisatawan tidak memasuki zona bahaya Gunung Agung, yaitu pada radius 8 kilometer dari kawah ditambah perluasan sektoral 10 km ke arah utara, timur laut, tenggara, selatan, dan barat daya.

"Khusus bagi wisatawan tidak apa ke Bali asal tidak masuk dalam zona bahaya," ujar Kasbani.

Editor: rida
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help