TribunJambi/

Pemasok Merkuri Untuk PETI Tertangkap! Terungkap Alur Penyelundupan Zat Berbahaya itu ke Jambi

Pemasok merkuri ke pelaku penambangan emas tanpa izin (PETI) di Provinsi Jambi ditangkap oleh anggota Subdit IV Direktorat Kriminal Khusus Polda Jambi

Pemasok Merkuri Untuk PETI Tertangkap! Terungkap Alur Penyelundupan Zat Berbahaya itu ke Jambi
TRIBUNJAMBI/MUHAMMAD FERRY FADLY
Polda Jambi eskpos pengangkapan pemasok mercury ke pelaku PETI di wilayah Jambi, Selasa (6/12/2017). Pelaku diamankan Anggota Direktorat Kriminal Khusus Polda Jambi. 

TRIBUNJAMBI.COM - Pemasok merkuri ke pelaku penambangan emas tanpa izin (PETI) di Provinsi Jambi ditangkap oleh anggota Subdit IV Direktorat Kriminal Khusus Polda Jambi.

Pemasok bernama Firman (36) warga Parit Malintang, Kecamatan Enam Lingkung, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat itu dicokok Selasa (5/12).

Ia membawa merkuri sebanyak 34 botol dengan berat 34 kilogram.

Dari pelaku, polisi juga mengamankan 6 galon air keras, 300 mangkok tembikar alat pengolah emas, serta satu set peralatan pengolah dan pemurnian emas.

"Tersangka sudah kita amankan dan masih dalam pengembangan. Tidak ada perlawanan saat penangkapan," ujar Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapold) Jambi, Kombes Pol Ahmad Haydar, Rabu (6/12).

Kata dia, penangkapan terjadi pada Selasa sekitar pukul 07.00 WIB, di Desa Kampung Sialang Pulai, Kecamatan Tanah Sepenggal, Kabupaten Bungo. Merkuri tersebut rencananya akan dipasok ke pelaku PETI yang berada di wilayah Kabupaten Bungo, Merangin, Tebo dan Sarolangun.

"Dari pengakuannya, tersangka memasok merkuri sejak tiga bulan terakhir," jelasnya.

Hasil pemeriksaan sementara, tersangka membeli merkuri di Sukabumi.

Bahan kimia yang dijual terbatas itu dibawa ke Jambi melalui Padang.

Pelaku ke Jambi menggunakan mobil Toyota nomor polisi BA 1390 FE.

Dari penangkapan ini, wakapolda mengatakan tersangka Firman mengaku dalam satu botol merkuri mendapatkan untung Rp 34 ribu. Merkuri yang ia beli itu per botol dijual Rp 1,5 juta.

Dirreskrimsus Polda Jambi Kombes Pol Winarta mengimbau kepada pihak terkait dan masyarakat agar berupaya meminimalisir dan memberikan informasi terkait keberadaan merkuri. "Tentunya kita sama-sama bekerja. Mari kita ciptakan lingkungan yang sehat," katanya.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 161 Undang-Undang RI Nomor 4 Tahun 2009 tentang Minerba dan Pasal 106 Undang-Undang RI Nomor7 Tahun 2014 tentang Perdagangan. Ancaman hukuman 10 tahun penjara dan denda Rp 10 miliar.

Penulis: Muuhammad Ferry Fadly
Editor: bandot
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help