TribunJambi/

Pakar Hukum Sebut Keputusan Trump Soal Jerusalem Picu Meningkatnya Ancaman ke Warga AS

Salah satu konsekuensi yang harus dipikirkan oleh pemerintah AS adalah keamanan dan keselamatan warga dan badan hukum AS

Pakar Hukum Sebut Keputusan Trump Soal Jerusalem Picu Meningkatnya Ancaman ke Warga AS
(Associated Press)
Donald Trump menjadi Presiden AS pertama yang berkunjung ke Tembok Ratapan, Jerusalem, tempat suci bagi warga Yahudi, Senin, 22 Mei 2017. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia (UI), Hikmahanto Juwana dapat memahami alasan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump membuat pengumuman soal pindahnya Kedubes AS dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Memang rencana tersebut adalah dalam rangka memenuhi janji kampanye.

Namun Hikmahanto melihat belum tentu hal ini akan direalisasi dalam waktu dekat mengingat 2 alasan.

Yakni, pertama Presiden Trump segera setelah membuat pengumuman telah menandatangani memorandum untuk mengenyampingkan UU yang mewajibkan kepindahan Kedubes AS dari Tel Aviv ke Yerusalem untuk 6 bulan ke depan.

Kedua memindahkan Kedubes secara fisik membutuhkan waktu yang cukup panjang.

Namun demikian menurutnya, pengumuman yang disampaikan oleh Trump justru akan memicu instabilitas di kawasan dan dunia, serta menganggu proses perdamaian Palestina dan Israel.

"Bahkan pengumuman Trump dapat membahayakan kepentingan AS, termasuk warganya, di luar negeri terutama di negara-negara berpenduduk mayoritas muslim," ujar Hikmahanto kepada Tribunnews.com, Kamis (7/12/2017).

Selain itu kata Hikmahanto, kebijakan ini bila diambil selain akan membuat instabilitas keamanan di Timur Tengah dan proses perdamaian Palestina dan Israel tentu akan menjadi keprihatinan dunia.

Salah satu konsekuensi yang harus dipikirkan oleh pemerintah AS adalah keamanan dan keselamatan warga dan badan hukum AS di berbagai belahan dunia terutama di Timur Tengah dan negara-negara yang berpenduduk mayoritas muslim.

Ini karena masyarakat setempat bisa saja menunjukkan ketidak-setujuannya dengan cara-cara mereka sendiri. Hal-hal yang berbau AS akan menjadi target kemarahan.

Halaman
12
Editor: nani
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help