TribunJambi/
Home »

Jambi

» Bungo

Mantan Pelaku PETI Ungkap Penjualan Merkuri Dibeking Orang Kuat

Penggunaan merkuri pada pengelohan emas untuk menyatukan serbuk emas sehingga terbentuk bongkahan.

Mantan Pelaku PETI Ungkap Penjualan Merkuri Dibeking Orang Kuat
TRIBUNJAMBI/MUHAMMAD FERRY FADLY
Polda Jambi eskpos pengangkapan pemasok mercury ke pelaku PETI di wilayah Jambi, Selasa (6/12/2017). Pelaku diamankan Anggota Direktorat Kriminal Khusus Polda Jambi. 

TRIBUNJAMBI.COM - Penggunaan merkuri pada pengelohan emas untuk menyatukan serbuk emas sehingga terbentuk bongkahan.

Satu kali kerja mesin dompeng, pelaku bisa menghabiskan 1 sampai 2 ons dalam waktu seminggu sampai dua minggu.

Hal ini dituturkan mantan pemilik dompeng di Bungo kepada Tribun kemarin.

Dia mengatakan pemakaian merkuri untuk satu hari sangat sedikit, sebab tergantung temuan emasnya.

“Kalau satu kilogram itu bisa tahan dari 1 sampai 2 bulan,” katanya. Artinya, dari 34 kg merkuri yang disita polisi ini setidaknya itu bisa untuk aktivitas PETI selama 3 tahun. Itu untuk satu pendompeng. Maka sangat wajar aktivitas PETI ini langgeng. Selain tentunya kandungan emas yang masih ada di dalam tanah.

Meskipun begitu dia mengatakan kadar penggunaan merkuri tergantung jumlah emas yang diperoleh. Jika mendapatkan banyak, maka makin banyak merkuri digunakan.

Dia mengatakan jika rata-rata produksi pelaku dompeng 15 sampai 20 gram emas, 1 kilogram merkuri bisa habis dalam sebulan.

Harga merkuri pun tak bisa dibilang murah. “Sekilo bisa sampai Rp 5 juta,” katanya.

Selain itu Tribun juga menemui X. Ia juga mantan pemain PETI di Bungo.

Dia mengatakan ¼ ons sebenarnya bisa bertahan sampai 1 bulan. “Jika itu murni dia dapat 10 sampai 15 gram per harinya,” katanya.

Halaman
12
Penulis: Jaka Hendra Baittri
Editor: bandot
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help