TribunJambi/

KPK Periksa Staf Arfan, Mantan Kadis PUPR Jambi. Ini Pengakuan Wasis ke Penyidik

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi memeriksa anak buah Arfan, mantan Plt

KPK Periksa Staf Arfan, Mantan Kadis PUPR Jambi. Ini Pengakuan Wasis ke Penyidik
TRIBUNJAMBI/MUHAMMAD FERRY FADLY
Empat orang membawa koper dan tas, kembali memasuki ruangan gedung lama Polda Jambi, Rabu (6/12/2017) siang. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi memeriksa anak buah Arfan, mantan Plt Kadis PUPR Provinsi Jambi, kemarin. Setidaknya tujuh orang dimintai keterangan oleh KPK di Polda Jambi sejak Rabu (6/12) siang.

Penyidik KPK datang ke Polda Jambi sekira pukul 12.20 WIB. Pantauan Tribun mereka adalah orang yang sama saat pemeriksaan Selasa pekan lalu. Mereka datang membawa sebuah koper besar dan sejumlah tas. Penyidik KPK langsung menuju ruangan Ditreskrimsus Polda Jambi di lantai dua.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah bilang, KPK kemarin memeriksa 7 orang saksi terkait pengembangan kasus dugaan suap pengesahan RAPBD Provinsi Jambi tahun anggaran 2018.

Satu di antara yang dimintai keterangan adalah Wasis, Kabid Alkal Dinas PUPR Provinsi Jambi. Ia datang mengenakan seragam PNS. Sejak datang siang hari, ia barau keluar dari polda sekitar pukul 19.30 WIB.

Wasis menuturkan selain dia, ada 6 orang lainnya yang dimintai keterangan oleh penyidik KPK. Mereka, kata dia, di antaranyaPejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) dan staf Arfan. Ia mengaku tidak mengetahui masalah uang yang disangkakan pada Arfan.

  Sebelumnya, sekira pukul 16.40 WIB, Geni Waseso juga mendatangi Polda Jambi. "Cuma mau ngambil barang," ujar Geni singkat.

 Geni hanya sebentar berada di Mapolda Jambi. Tidak lama kemudian ia keluar lewat pintu samping, langsung menuju parkiran.

"Saya tahu KPK datang lagi dari pemberitaan teman- teman, makanya saya datang untuk menanyakan handphone dan dompet yang kemarin diambil KPK. Siapa tahu sudah bisa dikembalikan," pungkas Geni. Namun ternyata kedua barang tersebut belum bisa di ambil oleh Geni.

Gubernur Jambi, Zumi Zola yang sedang berada di Jakarta, saat dikonfirmasi wartaswan menanggapi santai soal uang ketok yang ditangani KPK.

Ditemui usai menghadiri acara Kemenaker, Jalan Gatot Subroto, Kuningan, Jakarta Selatan, ia bilang sejumlah pemberitaan pasca penggeledahan terlalu simpang siur.

Sehingga, apapun informasi terkait hal tersebut, ia hanya berpesan pada informasi berdasarkan fakta. "Begini, katanya‑katanya kan terlalu banyak, saya hormati kalian loh wartawan itu kan ada kode etik pemberitaan. Jadi berdasarkan fakta aja," kata Zumi Zola.

Guna menghindari informasi simpang siur tentang dirinya, Zumi punya cara tersendiri untuk mengatasinya. Ia mengaku tidak melihat ataupun membaca berita tersebut. Ia hanya fokus bekerja. "Tahu enggak yang saya lakukan, saya tidak lihat berita. Haha," jawab Zumi Zola dengan candanya.

Meski begitu, ia tetap mengamati pemberitaan mengenai pejabat Provinsi Jambi yang terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh KPK. Namun, pemberitaan tersebut jelas berasal dari KPK langsung. Bukan melalui media sosial. "Saya perhatikan apa adalah berita resmi dari KPK. Ya itu. Tapi kalau misalnya di medsos kan, yaa itu hak orang untuk ini ya, tapi tetap harus bisa bekerja jangan sampai kendor, tancep aja trus kita bekerja," papar Zumi Zola.

Ia pun menyampaikan akan memenuhi dan menghormati proses hukum apabila keterangannya yang dibutuhkan penyidik KPK terkait kasus suap tersebut. "Kita hormati proses hukum yang belaku," imbuhnya. (cfa/tribunnews)

Penulis: Muuhammad Ferry Fadly
Editor: ridwan
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help