TribunJambi/

Dakwaan Kasus Korupsi e-KTP Setya Novanto Dibacakan Sehari Sebelum Putusan Praperadilan

Sidang perdana dengan agenda pembacaan surat dakwaan terhadap tersangka kasus korupsi

Dakwaan Kasus Korupsi e-KTP Setya Novanto Dibacakan Sehari Sebelum Putusan Praperadilan
Sidang praperadilan Ketua DPR Setya Novanto melawan KPK di PN Jakarta Selatan, Kamis (30/11/2017).(Kompas.com/Robertus Belarminus) 

Kusno mengatakan, dalam Pasal 82 Ayat 1 huruf d Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 (KUHAP) tentang Wewenang Pengadilan untuk Mengadili disebutkan bahwa praperadilan gugur apabila hakim pokok perkara mulai memeriksa terdakwa dalam persidangan.

Kusno mengatakan, pemeriksaan pokok perkara dimulai dengan pembacaan dakwaan oleh jaksa penuntut umum.

Setelah dakwaan selesai dibacakan, praperadilan tidak lagi berwenang menguji substansi petitum yang diajukan pemohon.

Baca: Hasil Lengkap Liga Champions, Wakil Inggris Rekor di Babak 16 Besar

Berdasarkan jadwal yang ditetapkan bersama antara pengacara Novanto, KPK dan hakim Kusno, Senin (11/12/2017), akan mulai pemeriksaan saksi.

Pihak Novanto akan menghadirkan tiga saksi dan ahli pada Senin. Keesokan harinya, giliran KPK menghadirkan lima saksi dan ahli.

Hakim akan membacakan putusan pada Kamis (14/12/2017) petang atau Jumat (15/12/2017) pagi.

KPK kembali menetapkan Novanto menjadi tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan e-KTP.

Baca: Gadis Cantik Berdarah-darah di Kamar Hotel, Ternyata Lakukan Hal Mengerikan Dengan Teman Prianya

Pada penetapan tersangka sebelumnya, KPK kalah dalam sidang praperadilan sehingga Novanto bebas dari jeratan hukum.

Halaman
123
Editor: suci
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help