TribunJambi/

Mendengarkan Musik Bisa Mengusir Stres, Ini Penjelasannya!

Di hari-hari yang terasa berat, mengistirahatkan mental dan fisik dengan mendengarkan lagu favorit bisa

Mendengarkan Musik Bisa Mengusir Stres, Ini Penjelasannya!
Net
ilustrasi 

TRIBUNJAMBI.COM - Di hari-hari yang terasa berat, mengistirahatkan mental dan fisik dengan mendengarkan lagu favorit bisa menjadi penyelamat suasana hati Anda.

Manfaat mendengarkan musik untuk menghilangkan stres sudah tidak perlu dipertanyakan lagi. Namun, pernahkah Anda bertanya, sebenarnya, apa sih yang membuat musik bisa membawa efek menenangkan bagi orang yang sedang galau?

Apakah itu dari suara merdu dari sang biduan, lantunan melodi hasil tangan dingin si penggubah lagu, atau justru dari genre musik itu sendiri?

Baca: Ngeri! Bibir Kena Jamur Langka Gara-gara Pencet Jerawat Pakai Alat Ini, Jangan Coba-coba!

Stres biasanya dimulai dari rasa kewalahan akibat banyaknya tekanan dari luar dan dalam diri seseorang yang telah berlangsung cukup lama. Ketika stres melanda, tubuh membacanya sebagai sebuah serangan atau ancaman. Untuk melindungi diri, tubuh akan memproduksi berbagai hormon stres, seperti adrenalin, kortisol, dan norepinefrin.

Peningkatan hormon stres dalam tubuh ini membuat Anda merasa deg-degan karena denyut jantung meningkat, napas jadi lebih cepat dan singkat, otot-otot menegang, tekanan darah naik, mudah cemas, sulit tidur, hingga sulit berpikir jernih. Napas cepat atau hiperventilasi dapat menyebabkan serangan panik. Bagaimana mengatasinya?

Baca: Kalah dari Kirgistan, Timnas Indonesia Gagal Raih Trofi Aceh World Solidarity Cup 2017

Para ilmuwan dari University of Missouri setuju bahwa mendengarkan musik dapat memperbaiki suasana hati. Penelitian yang dipublikasikan dalam The Journal of Positive Psychology ini mengungkapkan bahwa perbaikan mood dan penurunan tingkat stres tampak terlihat setelah 2 minggu rutin mendengarkan musik. Kok bisa?

Begini, lantunan musik yang kita dengar merupakan getaran gelombang suara. Gelombang suara ini masuk menuju telinga bagian tengah tempat bermukimnya gendang telinga, untuk selanjutnya diteruskan ke telinga dalam. Di area telinga dalam, gelombang suara ditangkap oleh sel-sel rambut yang terdapat di dalam koklea untuk diubah menjadi sinyal listrik. Barulah kemudian sinyal suara ini dikirim ke otak melalui serabut saraf telinga.

Di otak, sinyal listrik ini menyebar ke berbagai bagian dalam waktu bersamaan. Pertama, sinyal listrik ini mampir ke bagian otak temporal yang bekerja untuk memproses input indra (mengubah sinyal tersebut menjadi lagu yang kita dengar), memahami bahasa, dan mengatur emosi.

Halaman
123
Editor: suci
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help