TribunJambi/

Mengintip Penjara Super Mewah para Pangeran Arab: Bikin ‘Pengen’ Dipenjara

TRIBUNJAMBI.COM – Penjara. Mendengar namanya saja sudah membuat kita ngeri. Apalagi kita tahu bahwa

TRIBUNJAMBI.COM – Penjara. Mendengar namanya saja sudah membuat kita ngeri. Apalagi kita tahu bahwa penjara merupakan tempat di mana orang-orang dikurung karena ia melakukan tindakan kejahatan. Dari merampok sampai terorisme.

Tempat ini identik dengan tempat yang tertutup, ruangan sempit yang dibatasi jeruji besi dan dihuni beberapa orang, serta tidak bisa bebas mendapat sinar matahari.

Tentu kita berharap tidak akan pernah menginjakkan kaki di sana sebagai penghuni penjara.

Hanya saja penjara yang satu ini sangat berbeda. Dilansir dari bbc.com, Hotel Rizt-Carlton di Riyadh menjadi penjara bagi pangeran Arab Saudi. Bahkan tempat ini langsung dijuluki penjara paling mewah di dunia.

Tempat ini merupakan tempat untuk menghukum para pangeran dan beberapa petinggi Arab Saudi yang melakukan tindakan korupsi.

Saat ini, ada 200 orang tahanan yang menghuni penjara mewah ini. Di antaranya ada11 pangeran dan empat menteri yang diduga melakukan korupsi oleh otoritas anti-korupsi Arab Saudi.

Salah satunya adalah Pangeran Alwaleed bin Talal, seorang miliarder internasional.

Hotel Rizt-Carlton di Riyadh.
 

Selain para tersangka, ada 500 orang lainnya yang terdiri dan tim penyidik, tim keamanan, dan tim medis yang berada di hotel ini. Semuanya ditanggung oleh pihak Kerajaan Arab Saudi.

Baru-baru ini, New York Times telah menerbitkan sebuah video yang tampaknya menunjukkan bagian dalam penjara mewah ini.

Dalam video tersebut, beberapa orang, mungkin penjaga, terlihat tertidur di atas tikar yang ditutupi selimut berwarna cerah.

Kemungkinan tempat itu adalah ballroom untuk para penjaga. Sementara tahanan VIP ditahan di 492 kamar dan suite hotel.

Situs resmi Rizt Carlton Riyadh menunjukkan bahwa tidak ada kamar yang tersedia pada bulan November.

Namun sebuah kamar double dapat dipesan selama beberapa hari dari pertengahan Desember dengan membayar 1.300 Riyal (Rp4,6 juta) per malam.

Reporter : Mentari Desiani Pramudita

Editor: ridwan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help