TribunJambi/

Tagihan Listrik Pemkot Jambi Turun dari Rp1,2 M jadi Rp 900 Juta/Bulan, Ini Penyebabnya

Hingga 2016 lalu, jumlah Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) di Kota Jambi telah terpasang sebanyak 12.680 titik. Direncanakan

Tagihan Listrik Pemkot Jambi Turun dari Rp1,2 M jadi Rp 900 Juta/Bulan, Ini Penyebabnya
ist
Lampu LED 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Rohmayana

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Hingga 2016 lalu, jumlah Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) di Kota Jambi telah terpasang sebanyak 12.680 titik. Direncanakan hingga tahun mendatang sebanyak 15.000 titik LPJU sudah terpasang, mulai di jalan lingkungan hingga jalan protokol.

Kabid LPJU Kota Jambi, Nujumuddin  kepada Tribunjambi.com Jumat (24/11) mengatakan bahwa untuk Jalan lingkungan ada 550 titik lampu, dan di jalan Arteri 650 titik lampu. Dari jumlah itu, yang sudah menggunakan LED ada sebanyak 950 titik. Dan yang sudah dikontrol menggunakan sistem smart ada sebanyak 400 lampu.

Ia menambahkan, lampu LED tersebut tersebar di hampir jalanan utama Kota Jambi mulai dari Jalan Soekarno Hatta, Soedirman, Gatot Soebroto, Hayam Wuruk, Sultan Thaha, Pangeran Diponegoro, M Yamin, Kolonel.Abunjani, Soemantri Brojonegoro, Sultan Agung, Selamet Riyadi, Singadekane, Abdul Manap, dan Arif Rahman Hakim.

Dikatakannya, dengan menggunakan lampu LED ini, pemerintah bisa menghemat hingga Rp300 juta per bulan.

“Kami bayar listrik sekarang cuma Rp900 juta per bulan. Dulu sebelum LED sampai Rp1,2 miliar. Jadi menghemat sekitar 25 persen lebih,” katanya.

Dia menambahkan, untuk jalan lingkungan yang belum di pasangi lampu, pihaknya akan segera mengupayakan hal tersebut.  Untuk merawat lampu - lampu yang sudah terpasang tersebut, pihaknya juga telah menyiapkan anggaran perawatan sebesar Rp800 juta. Anggaran ini di fungsikan untuk memperbaiki lampu - lampu yang tidak menyala atau rusak. 

Nujum menambahkan tahun 2018 pemerintah akan menganggarkan untuk memasang 1.500 lampu LED yang akan dipasang di tiap kelurahan. "Tujuannya bukan hanya jalan protokol saja yang terang tapi juga sampai ke lingkungan," katanya.

Ke depan pihaknya akan mengupayakan seluruhnya menggunakan lampu LED. Selain itu Nantinya juga akan dikontrol dengan sistem yang canggih. Pada jam-jam tertentu pencahayaannya dapat diatur melalui telepon genggam.

"Jadi misalnya lampu 300 watt pada saat sudah jam 01.00 dinihari keatas pencahayaannya bisa kita turunkan. Misalnya dari 300 jadi 100 watt, karena aktivitas masyarakat sudah tidak ada lagi jadi biar lebih hemat," katanya.

Penulis: Rohmayana
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help