TribunJambi/

Tagih Tunggakan Motor Ayahnya, Siswi Ini Ditikam oleh 'Debt Collector', Begini Nasibnya

TRIBUNJAMBI.COM--Kejadian memilukan menimpa salah seorang pelajar di Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu

TRIBUNJAMBI.COM--Kejadian memilukan menimpa salah seorang pelajar di Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu malam(22/11) kemarin.

Diduga gagal memerkosa, dua debt collector menikam leher siswi SMK Keperawatan Makassar, berinisial AR berkali-kali hingga kritis di RS Pelamonia.

Peristiwa percobaan pemerkosaan dan penikaman ini terjadi di rumah korban di Jalan Sungai Poso. 

Baca juga: Enak Sih, Tapi Sebaiknya Jangan Terlalu Sering Memberikan Jus pada Anak, Ini Alasannya

Saat itu, korban yang masih berusai 16 tahun tersebut sedang sendirian di rumah, karena orangtua korban tengah keluar rumah.

Kepala Polsekta Makassar, Kompol H Usman mengatakan, korban masih dalam kondisi kritis dan tidak bisa berbicara.

Korban mendapat banyak luka tusukan di leher dan dagu korban. Kemungkinan, tikaman senjata tajam mengenai pita suara korban.

Baca juga: Bermula dari Penasaran, Siapa Sangka Siswa SMA Ini Akan Jadi Bupati Semarang

"Jadi awalnya kedua debt collector itu datang menagih tunggakan motor ayah korban. Saat itu korban sendirian di rumah. Korban sempat menanyakan dan memotret kartu identitas kedua pelaku. Selanjutnya, korban naik ke lantai 2 rumahnya. Kedua pelaku ikut dan menodongkan senjata tajam di leher korban," katanya.

Usman melanjutkan, entah mau memerkosa atau ada motif lain, korban pun melawan dan memberontak. Di situlah korban ditikam berkali-kali. Korban sempat berteriak hingga membuat kedua pelaku kabur.

Baca juga: Jangan Khawatir, Begini Cara Mudah Membersihkan Noda di Plafon Rumah

"Menurut informasi, korban hendak diperkosa. Tapi ada dua handpone juga yang dibawa kabur pelaku. Kasus ini masih kita selidiki dan polisi masih melakukan pengejaran terhadap kedua pelaku. Identitas kedua pelaku sudah kita kantongi," tegasnya. (*)

Hendra Cipto / Kompas.com
Reporter : Healza Kurnia Hendiastutjik

Editor: ridwan
Sumber: Nova
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help