TribunJambi/

Pihak Rekanan Sudah 2 Kali Dikirimi Surat, Jika Tak Selesai Kontrak Diputus

Inilah alasan pihak PUPR sebut proyek pintu air terancam tidak rampung, sebab sejak awal pembangunan pengerjaan baru selesai

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BULIAN - Inilah alasan pihak PUPR sebut proyek pintu air terancam tidak rampung, sebab sejak awal pembangunan pengerjaan baru selesai 17 persen.

Dikatakan kepala Dinas PUPR Kabupaten batanghari Zulkifli, tidak maksimalnya pembangunan pintu air tersebut sebelumnya pihak rekanan mempermasalahkan lokasi yang terkena banjir. Sehingga progres pengerjaan hingga saat ini baru 17 persen.

"Data terakhir yang kita terima capaian target pembangunan baru 17 persen, alasan rekanan karena cuaca. Namun itu tidak terlalu berpengaruh masih ada waktu bagi mereka untuk dapat menyelesaikannnya dengan sisa waktu yang ada meskipun pesimis," ujarnya Kepada tribunjambi.com, Senin (13/11)

Dikatakannya pula, pihaknyapun sudah melakukan komunikasi bersama pihak rekanan, terkait lambanya pembangunn tersebut. termasuk membicarakan masukan dan saran sebelum Desember nanti.

"Namun jika tidak selesai juga hingga akhir Desember nanti, maka kita akan putus kontrak tersebut," tambahnya.

Proyek yang menghabiskan anggaran Rp 1,5 Milyar ditargetkan rampung di 15 Desember 2017 ini terancam gagal, dinas PUPR pun telah layangkan dua surat peringatan kepada pihak rekanan.

"Kita sudah surati dua kali pihak rekanan, dan kita tetap memberikan masukan agar pekerjaan tetap maksimal sehingga Desember tinggal 15 selesai," ujar Zulkifli.

Dikatakannya pula, jika kontrak yangbtelah ditentukan sudah habis hingga masa yang telah diberikan, maka pihqk LPKAD bisa memblack list  proyek tersebut.

Penulis: Abdullah Usman
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help