TribunJambi/

Kasus Pembangunan Perumahan PNS - HBH Dianggap Terima Putusan 4 Tahun Penjara

Mantan Sekretaris Daerah Kabupaten Sarolangun, Hasan Basri Harun (HBH) kini harus bersiap menjalani masa tahanan.

Kasus Pembangunan Perumahan PNS - HBH Dianggap Terima Putusan 4 Tahun Penjara
TRIBUNJAMBI/DENI SATRIA BUDI
Dua terdakwa dugaan korupsi pelepasan hak atas tanah pembangunan perumahan pegawai negeri sipil (PNS) Sarolangun tahun 2012, mantan Sekda Sarolangun, Hasan Basri Harun (HBH), dan Direktur PT NUA, Ade Lesmana Syuhada (ALS), selaku pengembang, Rabu (26/4) menjalani sidang perdana di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jambi. 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Dedy Nurdin

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Mantan Sekretaris Daerah Kabupaten Sarolangun, Hasan Basri Harun (HBH) kini harus bersiap menjalani masa tahanan. 

Setelah putusan banding yang diajukannya dalam perkara dugaan korupsi perumahan PNS di Kabupaten Sarolangun justru memberatkan. 

Putusan banding itu, Majelis Hakim yang diketuai Kresna Menon menjatuhkan vonis empat tahun penjara. 

Hukuman ini naik dua tahun dibandingkan putusan Pengadilan sebelumnya yang hanya dua tahun. 

Majelis hakim menganggap terdakwa telah menerima putusan tersebut. Karena dari batas waktu yang di berikan tak ada upaya hukum selanjutnya. 

Dengan demikian, putusan majelis hakim pada tingkatan banding sudah berketetapan hukum (Incraht). 

"Putusannya sudah inkracht, karena hingga batas waktu telah ditentukan yang bersangkitan tidak mengajukan kasasi," ujar Makaroda Hafat, Humas Pengadilan Negeri Tipikor Jambi dikonfirmasi, Selasa (14/11/2017). 

HBH ditetapkan sebagai tersangka pada kasus dugaan korupsi pada pembangunan perumahan PNS Kabupaten Satolangun. 

Status tersangka disematkan penyidik pada bulan Nobember 2016 lalu. Pembangunan rumah 600 unit sesuai perencanaan. Namun, yang terealisasi hanya 60 rumah.

Temuan BPK (Badan Pemetiksa Keuangan) menemukan adanya dugaan korupsi pada pelepasan hak atas aset berupa tanah milik Pemerintah Kabupaten Sarolangun yang luasnya 241.870 meter persegi dengan nilai Rp12,09 miliar. 

Selain HBH dua terdakwa lain dalam kasus ini adalah Ade Lesmana Syuhada (ALS) dan Ferry Nursanti selaku rekanan.

Penulis: Dedy Nurdin
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help