TribunJambi/

Sebelum Mandi Safar, Santri Tulis Ayat di Daun Mangga

Rabu (15/11) pagi merupakan puncak mandi safar yang dilakukan oleh masyarakat Air Hitam Laut Kecamatan Sadu Kabupaten Tanjung Jabung Timur.

Sebelum Mandi Safar, Santri Tulis Ayat di Daun Mangga
TRIBUN JAMBI/MUZAKKIR

Laporan Wartawan Tribunjambi, Muzakkir

TRIBUNJAMBI.COM, TANJABTIM -- Rabu (15/11) pagi merupakan puncak mandi safar yang dilakukan oleh masyarakat Air Hitam Laut Kecamatan Sadu Kabupaten Tanjung Jabung Timur.

Sebelum melaksanakan mandi safar, berbagai acara yang dilakukan oleh warga. Termasuk menuliskan ayat-ayat atau rajah di daun mangga. Penulisan ini dilakukan oleh ratusan Santri dan Santriwati Ponpes desa setempat.

Usai diberikan bacaan, daun Mangga ini nantinya akan diselipkan di kepala peserta yang mandi.

Menurut kepercayaan, pemakaian daun mangga yang sudah diberikan tulisan itu agar orang yang mandi terjaga keselamatannya dari segala gangguan baik dari gangguan binatang maupun makhluk halus.

Menurut pimpinan ponpes Wali Peetu, H.M. As'ad Arsyad mandi safar merupakan tradisi masyarakat yang telah dilestarikan  turun-menurun.

"Ini tradisi bukan syari'at. Jadi boleh dilakukan dan boleh tidak dilakukan," kata As'ad Arsyad, Selasa (14/11) malam.

Karenapa dilestarikan? menurut dia, ini semua adalah cara masyarakat untuk mempererat tali silaturahmi antara warga dan inilah tradisi yang diwariskan oleh orangtua mereka terdahulu.

Daun ini, nantinya akan diberikan kepada peserta yang hendak mandi. Daun ini akan diberikan sebelum pintu masuk tempat acara.

Tak tanggung-tanggung, jumlah daun yang ditulis para santri dan kaum ulama setempat berjumlah 1111 lembar.

"Ini ditulis harus ganjil," katanya lagi.

Penulis: muzakkir
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help