TribunJambi/

Keterangannya Berbeda dengan di BAP, Majelis Hakim Minta Saksi Ini Datang Lagi di Sidang Berikutnya

Zainul Busro, ketua Cabor Judo dalam persidangan memberi kesaksian yang dinilai membingungkan. ini disampaikan

Keterangannya Berbeda dengan di BAP, Majelis Hakim Minta Saksi Ini Datang Lagi di Sidang Berikutnya
TRIBUNJAMBI/DEDI NURDIN
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Dedy Nurdin

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Zainul Busro, ketua Cabor Judo dalam persidangan memberi kesaksian yang dinilai membingungkan. ini disampaikan Ketua Majelis Hakim Khairulludin saat ia bersaksi di Pengadilan Tipikor Jambi pada Senin (13/11/2017). 

Dalam persidangan itu, Zainul dihadirkan sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi dana hibah KONI Tahun 2015 senilai Rp. 4,5 Miliar. 

Abdul Halim Gumri, mantan Ketua KONI Kabupaten Tanjab Barat ditetapkan sebagai tersangka. 

Majelis hakim menilai keterangan saksi soal alokasi dana hiba di cabor Judo terdapat selisih antara keterangan dalam BAP dan kesaksiannya dalam persidangan. 

"Ini kok selisih dua juta, di BAP 49 juta sesudah di potong pajak, catatan saudara Rp 47 juta. Yang mana benar," tanya ketua Majelis Hakim, Khairulludin yang memimpin persidangan. 

Namun diakui saksi dirinya tidak tahu menahu catatan pengeluaran dikarenakan semua administrasi dikerjakan oleh sekretaris cabor. 

Sementara untuk pencairan di wakili oleh ketua harian cabor,"Semua yang tau sekretaris, saya hanya teken saja. Pencairan yang ngambil keta harian," ujarnya. 

"Soal selisih di BAP waktu itu ada perubahan tapi dibilang di angka tidak ada makanya selepas itu saya langsung teken tidak baca lagi," ujarnya. 

Majelis hakim akhirnya meminta sidang di tunda hingga pekan depan. Majelis meminta sekretaris cabor Judo Fery Harianto dan ketua harian Susilo dihadirkan dalam persidangan selanjutnya. 

 "Kalau seperti ini tidak bisa, sidang berikutnya bapak hadir lagi ya, sekretaris sama ketua harian cabor Judo juga tolong jaksa dihadirkan," kata Ketua Majelis Hakim

"Termasuk dua saksi Abdurrahman sama Husaini sidang berikutnya hadir lagi, untuk melihat kwitansi (Barang Bukti) ini wajib ya ," Ujar Edi Istanto Hakim Anggota sebelum mengakhiri sidang.

Penulis: Dedy Nurdin
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help