TribunJambi/

FOTO: Sarimba Bina Mualaf Suku Anak Dalam, Akan Dirikan Pesantren Khusus SAD

Ada sekitar 400 suku anak dalam (SAD) yang menjadi mualaf, namun tidak ada pembinaan sehingga mereka kembali

FOTO: Sarimba Bina Mualaf Suku Anak Dalam, Akan Dirikan Pesantren Khusus SAD
ist
Anak-anak mualaf dari suku anak dalam di Kejasung, Tebo 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Nurlailis

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Ada sekitar 400 suku anak dalam (SAD) yang menjadi mualaf, namun karena tidak ada pembinaan maka sebagian dari mereka kembali lagi seperti dulu.

Untuk itulah Sahabat Anak Rimba (Sarimba) hadir untuk memberikan pembinaan terhadap mualaf SAD.

Ketua dari Sarimba, Hipnul menceritakan pada Idul Adha lalu ia serta beberapa rekannya melaksanakan idul adha di Kejasung, Kabupaten Tebo.

Mereka mendapat masukan dari SAD untuk melakukan pembinaan terhadap mualaf. Sarimba berdiri sejak 1 september 2017.

Anak-anak mualaf dari suku anak dalam di Kejasung, Tebo
Anak-anak mualaf dari suku anak dalam di Kejasung, Tebo (ist)

“Kegiatan sarimba ini melakukan pembinaan suku anak dalam yang mualaf di Kejasung. Kemarin ada sekitar 400-an yang masuk Islam tapi tidak ada yang bina. Jadi kegiatan dari sarimba ini membina SAD yang mualaf. Saat ini sudah 186 yang mualaf dan dibina,” ungkap Hipnul.

Ia menjelaskan awalnya pembinaan pada bidang Islam. Sudah ada ustad yang menetap di sana dari Pesantren Hidayatullah.

Sarimba memfasilitasi ustadnya, memberikan donasi-donasi, membuat banyak hal baru.

“Seperti bercocok tanam dan ternak. Kan sebelumnya mereka mengkonsumsi babi. Saat sekarang yang mualaf kan tatanan hidupnya berubah,” ucapnya.

Anak-anak mualaf dari suku anak dalam di Kejasung, Tebo
Anak-anak mualaf dari suku anak dalam di Kejasung, Tebo (ist)

Langkah awal untuk proses yang cepat mereka sekarang bercocok tanam ubi. Setiap rumah sudah ada lahan untuk bercocok tanam ubi.

“Kalau yang sebelumnya mereka nomaden sekarang mereka menetap. Alhamdulillah ada musala. Ada kerjasama dengan Hidayatullah memulai untuk membuat pesantrean kusus SAD,” jelasnya.

Saat ini relawan Sarimba ada 50 orang lebih belum termasuk relasi lain.

Selama prosesnya Hipnul menceritakan mereka sangat disambut hangat oleh SAD mualaf ini. Kepala dari SAD inipun bertanggung jawab atas keberadaan mereka selama di sana sehingga tidak ada pertentangan.

Bahkan kepala desa juga menghibahkan 30 hektae untuk pesantren.

“Saat ini mereka sudah mulai salat, puasa bahkan tahajud juga. Fokus utama di anak-anak, diajarkan untuk menjadi islam yang baik. Untuk orang tua diajarkan cara berkebun dan berternak,” tutupnya. (cul)

Penulis: Nurlailis
Editor: nani
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help