TribunJambi/

FOTO: BPS Gelar Pelatihan Petugas Pencacahan dan Pengolahan Survei Biaya Hidup 2018

Berbagai data yang dikeluarkan oleh BPS selama ini telah digunakan untuk membangun asumsi makro dan berbagai kepentingan lainnya.

FOTO: BPS Gelar Pelatihan Petugas Pencacahan dan Pengolahan Survei Biaya Hidup 2018
TRIBUNJAMBI/DENI SATRIA BUDI
Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi, Selasa (14/11/2017) mengadakan pelatihan untuk petugas pencacahan dan pengolahan survei biaya hidup (SBH) 2018. 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Deni Satria Budi

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi, Selasa (14/11) mengadakan pelatihan untuk  petugas pencacahan dan pengolahan survei biaya hidup (SBH) 2018.

Pelatihan diadakan di Hotel Abadi Grand, dan dibuka langsung oleh Kepala BPS Provinsi Jambi, Dadang Hardiwan SSi MSi.

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi, Selasa (14/11/2017) mengadakan pelatihan untuk  petugas pencacahan dan pengolahan survei biaya hidup (SBH) 2018.
Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi, Selasa (14/11/2017) mengadakan pelatihan untuk petugas pencacahan dan pengolahan survei biaya hidup (SBH) 2018. (TRIBUNJAMBI/DENI SATRIA BUDI)

Dalam sambutannya, Dadang mengatakan bahwa berbagai data yang dikeluarkan oleh BPS selama ini telah digunakan untuk membangun asumsi makro dan berbagai kepentingan lainnya.

Hal tersebut kata Dadang, menunjukkan peran penting data pada setiap pengambilan kebijakan pemerintah.

Dan, survei SBH yang dilakukan lima tahun sekali tentunya mengalami perubahan.

"Kegiatan ini, erat kaitannya dengan inflasi. Kegiatan survei biaya hidup tahun 2017 ini hingga tahun 2018 nanti, sangatlah penting. Guna meningkatkan kualitas data inflasi yang dihasilkan. Karena, salah satu bahan dasar penghitungan inflasi adalah survei biaya hidup, perkembangan teknologi informasi, perubahan pendapatan masyarakat, dan perubahan pola penawaran dan permintaan barang atau jasa," papar Dadang, dalam sambutannya.

"Dan, perubahan kualitas dan kuantitas barang atau jasa serta perubahan sikap dan perilaku masyarakat dapat mengubah pola konsumsi masyarakat," ujar Dadang menambahkan seraya mengatakan bahwa pelatihan itu diikuti oleh 60 peserta. (*)

Penulis: budi
Editor: nani
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help