TribunJambi/

Jangan Terlalu Bersedih Karena Patah Hati, Bisa Berdampak Buruk Bagi Kesehatan, Ini Penjelasannya!

Sebuah penelitian menunjukkan bahaya kesehatan yang ditimbulkan karena patah hati seperti serangan jantung.

Jangan Terlalu Bersedih Karena Patah Hati, Bisa Berdampak Buruk Bagi Kesehatan, Ini Penjelasannya!
Aurora creative via DailyMail
Ilustrasi 

TRIBUNJAMBI.COM -- Sebuah penelitian menunjukkan patah hati sama bahayanya dengan serangan jantung.

Hal ini dikarenakan tekanan emosional yang berat dapat menyebabkan luka permanen dalam organ tubuh.

Dilansir dari Dailymail, hal ini disampaiakan oleh seorang peneliti di Inggris.

Sedikitnya 3000 orang dewasa di Inggris menderita 'sindrom patah hati' atau disebut Takotsubo per tahunnya bahkan jumlahnya bisa lebih dari ini.

Hal ini biasanya dipicu oleh stres yang berlebihan yang menyebabkan otot jantung melemah.

Para peneliti di University of Aberdeen telah menemukan bahwa kondisi tersebut secara permanen memperlemah jantung, mirip dengan serangan jantung.

Dalam studi terpanjang sejauh ini, 37 pasien menderita patah hati rata-rata dua tahun.

Mereka melakukan pemeriksaan ultrasound reguler dan MRI pada jantung mereka dan menemukan kerusakannya terjadi lama setelah kejadian yang pertama kali memicu patah hati.

Banyak pasien menjadi sangat mudah lelah dan tidak dapat melakukan olah raga meskipun para dokter mengira mereka akan sembuh.

Peneliti juga mengatakan orang yang patah hati berkepanjangan harus diberi obat sama dengan mereka yang terkena penyakit serangan jantung.

Halaman
12
Penulis: Rika Apriyanti
Editor: Rika Apriyanti
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help