TribunJambi/

Eka Fitra Pernah Mengaku Ingin ke Suriah, Sebelum Membakar Polres Dharmasraya

Eka Fitra Akbar ternyata pernah menyatakan keinginannya untuk pergi ke Suriah sebelum melakukan aksi

Eka Fitra Pernah Mengaku Ingin ke Suriah, Sebelum Membakar Polres Dharmasraya
ist/Instagram@akhsanul_fajri
Mapolres Dharmasraya dibakar dua pelaku teroris pada Minggu (12/11) dini hari

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Eka Fitra Akbar ternyata pernah menyatakan keinginannya untuk pergi ke Suriah sebelum melakukan aksi pembakaran Polres Dharmasraya pada Minggu (12/11/2017) dini hari.

"Eka Fitra Akbar pernah bercerita kepada orang tua perempuannya bahwa dirinya ingin berjihad ke Suriah," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Rikwanto melalui keterangan tertulis, Senin (13/11/2017).

Eka yang menikah dengan Endah Handayani mendapatkan buah hati yang masih berumur 8 bulan, Abdul Azzam bin Eka.

Pertemuan terakhir, Eka dengan keluarganya adalah sehari sebelum penyerangan Polres Dharmasraya.

Dirinya pergi meninggalkan rumah kontrakannya di Jalan Damar Lrg. Bulian no. 14 RT/RW 08/03 Kel. Pasir Putih Kec. Rimbo Tengah Kab. Bungo, tampak meninggalkan pesan.

Baca: Seorang Gadis Kerasukan Arwah Jahat Selama Bertahun-tahun, Begini Kehidupannya, Penakut Jangan Baca!

"Pelaku terakhir kali meninggalkan rumah pada hari Sabtu tanggal 11 November 2017 sekira 18.30 WIB dengan berjalan kaki dan tidak ada meninggalkan pesan-pesan kepada orang tua maupun istri," kata Rikwanto.

Seperti diketahui, berdasarkan hasil pendalaman pihak kepolisian terhadap identitas pelaku pembakaran Polres Dharmasraya.

Ditemukan fakta bahwa salah satu pelaku Eka adalah anak Kanit Reskrim di Polsek Plepat, Iptu M.Nur.

Eka bersama rekannya Enggria Sudarmadi (25) melakukan pembakaran Polres Dharmasraya pada Minggu (12/11/2017) dini hari. Aksi keduanya ketahuan oleh dua orang petugas pemadam kebakaran.

Baca: Videonya Viral - Pasangan Mesum Ketahuan Warga, Terdengar Suara Pria: Celana Dia Mana?

Saat hendak ditangkap keduanya melakukan penyerangan balik dengan panah.

Keduanya akhirnya meregang nyawa setelah ditembus peluru anggota Polres Dharmasraya.

Setelah melumpuhkan Eka dan rekannya polisi mengamankan beberapa barang bukti berupa selembar kertas dengan pesan jihad dari “Saudara Kalian Abu Azzan Al Khorbily 21 Safar 1439 H di Bumi Allah”, 1 Busur Panah, 8 Anak Panah, 2 Buah Sangkur, 1 Bilah Pisau Kecil, 1 Sarung Tangan Warna Hitam.

Editor: suci
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help