TribunJambi/

100 Serangan Jantung Fatal pada Pria Disebabkan Seks, Ada Kematian Mendadak saat Hubungan

Serangan jantung yang dipicu seks relatif jarang terjadi, bahkan pada orang dengan kondisi jantung yang sudah ada sebelumnya

100 Serangan Jantung Fatal pada Pria Disebabkan Seks, Ada Kematian Mendadak saat Hubungan
net
Ilustrasi

TRIBUNJAMBI.COM - Serangan jantung yang dipicu seks relatif jarang terjadi, bahkan pada orang dengan kondisi jantung yang sudah ada sebelumnya

Satu dari setiap seratus serangan jantung fatal pada pria dipicu oleh seks, menurut sebuah makalah baru yang mengeksplorasi dampak aktivitas seksual terhadap serangan jantung.

Seks adalah "pemicu yang dikenali" untuk serangan jantung mendadak (sudden cardiac arrest / SCA), yang menyebabkan 300.000 kematian per tahun di Amerika Serikat, namun tingkat keseluruhannya rendah, demikian laporan dalam Journal of American College of Cardiology.

Para dokter di balik kertas tersebut menekankan pentingnya pendidikan publik tentang CPR "terlepas dari keadaan", setelah analisis mereka menemukan sepertiga dari kasus-kasus ini melihat upaya resusitasi meskipun pasangan mereka hadir.

Periset dari Institut Jantung Medis Cedars-Sinai menganalisis penyebab 4.525 catatan rinci tentang serangan jantung fatal, dan menemukan hanya 34 (0,7 persen) adalah akibat dari seks.

Data yang tercatat dari catatan paramedis sebagai bagian dari penelitian jangka panjang mengenai kematian tak terduga mendadak menemukan lebih dari separuh kejadian ini (55 persen) saat berhubungan seks, sementara sisanya terjadi dalam 15 menit.

Pria menghasilkan mayoritas kematian akibat yang dipicu seks, 32 dari 34, dan ini berarti pada pria, satu persen dari semua kematian akibat serangan jantung mendadak berhubungan seks, dibandingkan dengan 0,1 persen pada wanita.

Juga ditemukan bahwa serangan jantung fatal mendadak di antara orang-orang dengan kondisi jantung yang sudah ada sebelumnya tidak secara signifikan dipicu oleh seks.

Surat tersebut mengatakan: "Risiko mutlak seks-SCA tampaknya sangat rendah, bahkan di antara subjek dengan penyakit jantung klinis yang memiliki prevalensi 7 persen sampai 10 persen di masyarakat".

Tapi itu tidak bisa memberikan analisis risiko yang lebih rinci tentang seberapa besar kemungkinan seks adalah untuk memicu serangan jantung dibandingkan dengan aktivitas beristirahat atau aktivitas lainnya tanpa mengetahui seberapa sering orang-orang ini berhubungan seks.

Halaman
12
Penulis: fifi
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help