TribunJambi/

VIDEO

VIDEO: Melihat Bisnis Rumah Bongkar Pasang di Jambi, Harga Mulai Rp 50 Jutaan

Apa yang ada di benak Anda ketika mendengar rumah bongkar pasang? Apakah itu rumah bongkar pasang yang dibuat untuk rumah

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Rohmayana

TRIBUNJAMBI. COM - Apa yang ada di benak Anda ketika mendengar rumah bongkar pasang? Apakah itu rumah bongkar pasang yang dibuat untuk rumah-rumahan boneka, atau rumah yang memang siap untuk dihuni?

Melihat tampilan luarnya, rumah ini sama seperti rumah panggung yang ada di desa-desa. Tapi, uniknya rumah ini bisa dibongkar pasar sesuai keinginan dimana tempat memasangnya.

Rumah bongkar pasang ini dibuat dari kayu meranti. Proses membuatnya juga sama seperti membuat rumah dari papan pada umumnya. Seperti menggesek kayu, mengukir, mendempul hingga menjadi rumah yang siap untuk dihuni.

Harganyapun tidak jauh berbeda dengan rumah permanen pada umumnya. Mulai dari harga 50 Juta sampai dengan 170 Juta, tetapi hanya rumah saja ya, tidak beserta tanahnya.

Lukman Hakim seorang pengrajin rumah bongkar pasang pertama di Jambi. Dia bercerita kalau harga Rp 50 Juta, untuk ukuran rumah yang paling kecil, yaitu type 36. Sedangkan ukuran rumah bongkar pasang yang paling besar yang pernah ia buat adalah type 96 seharga 170 Juta.

"Kalau ada yang mau minta tipe yang lebih besar kita bisa buat," katanya.

Katanya untuk masa perakitan rumah bongkar pasang memakan waktu kurang lebih selama satu hingga dua bulan. Apalagi jika kayu meranti sudah sulit didapatkan, maka masa perakitan bisa bertambah lama. Biasanya semakin besar rumah yang akan dirakit maka akan bertambah waktu pengerjaannya.

Sedangkan untuk waktu pemindahan rumah. Lukman bersama pengrajin yang membantunya, hanya butuh waktu sekitar empat hari hingga satu minggu.

Selama dua tahun menjadi pengrajin rumah bongkar pasang di Jambi, Lukman Sudah mendapat orderan rumah sebanyak 10 unit. Sedangkan untuk pembuatan saung, sudah di order sebanyak 70 unit.

Tetapi sayangnya, semua pengorder bukan berasal dari Jambi. Melainkan berasal dari luar kota seperti Palembang, Padang, dan lainnya.

Tetapi untuk orderan saung, rerata konsumen berasal dari Jambi. Saat ini Lukman sudah membuat rumah bongkar pasang khas Jambi, dengan bentuk seperti rumah adat.

"Semua tergantung pesanan kalau yang pesan mintak rumah khas Palembang maka akan kita buatkan sesuai keinginan konsumen," katanya.

Penulis: Rohmayana
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help